Jakarta –]sudutfakta.com Suasana Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah mendadak mencair saat Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan spontan yang menyebut langsung Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi.
di hadapan para kepala daerah, menteri, dan pimpinan lembaga negara, Presiden Prabowo berkata, “Pak Bursah, saya ini tidak peduli beliau partai apa, tetap saya dukung, hehehe… tapi…”
Ucapannya sejenak menggantung, sebelum dilanjutkan dengan berkata, “Istri beliau anggota Gerindra, “. yang langsung disambut gelak tawa seluruh peserta rapat.
Dari candaan tersebut terlihat pesan kuat dari Presiden Prabowo yaitu pembangunan nasional harus melampaui sekat politik. Perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk bersatu demi kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Momen hangat tersebut bukan sekadar humor. Ia menjadi simbol kedekatan personal dan kepercayaan yang telah terjalin lama antara Presiden Prabowo dan Bursah Zarnubi—sebuah hubungan yang berakar sejak dinamika politik pasca-Reformasi dan terus menguat dalam kerja-kerja kebangsaan lintas peran.
Sejarah Kedekatan yang Panjang
Relasi Prabowo–Bursah bukanlah fenomena sesaat. Dalam berbagai momentum nasional, keduanya kerap menunjukkan komunikasi terbuka dan sinergi. Presiden Prabowo bahkan secara terbuka menyebut Bursah sebagai “sahabat lama” dalam forum resmi kenegaraan.
Kedekatan ini juga tercermin dalam koordinasi langsung antara pusat dan daerah, termasuk pembahasan percepatan pembangunan dan penguatan desa sebagai basis pertumbuhan.
Kini, sebagai Ketua Umum APKASI, Bursah menjadi mitra strategis pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan nasional berjalan efektif hingga tingkat kabupaten.
Jejak Panjang Bursah Zarnubi dikenal sebagai aktivis senior sejak era Orde Baru, yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan, demokrasi, dan kebangsaan, Pernah menjabat anggota DPR RI,
Pernah menjadi Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), Mendirikan HUMANIKA (Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan), Mendirikan PGK (Perkumpulan Gerakan Kebangsaan), Kini melalui APKASI, ia menjadi jembatan utama antara ratusan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. (Redaksi)