Sudutfakta.com Lahat – Nama Bursah Zarnubi tengah menjadi sorotan publik setelah sikap tegasnya terhadap Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Lahat, H. Safrani, viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026). Dalam momen tersebut, Bursah secara terbuka meminta Safrani untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Sikap keras tersebut dipicu oleh penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di ruang rapat utama DPRD Lahat. Penundaan itu dinilai mencoreng kedisiplinan serta merusak hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif.
“Sudah mundur saja, karena dia membuat rusuh antara kami dengan DPRD. DPRD sudah datang, tapi tidak dihormati,” tegas Bursah dalam pernyataan yang beredar luas.
Dinilai Ganggu Stabilitas Pemerintahan
Bursah menilai kejadian tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk kelalaian serius yang berdampak pada stabilitas komunikasi antara pemerintah daerah dan DPRD.
Sebagai kepala daerah, ia menegaskan pentingnya profesionalisme serta koordinasi yang solid antar lembaga, terlebih dalam agenda strategis seperti pembahasan LKPJ yang menjadi indikator akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
Profil dan Latar Belakang
Bursah Zarnubi lahir di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, pada 29 Januari 1959. Ia menjabat sebagai Bupati Lahat periode 2025–2030.
Dari sisi pendidikan, ia merupakan lulusan Ilmu Ekonomi dari Universitas Jayabaya pada tahun 1983. Ia juga pernah mengikuti Pelatihan Perantara Efek pada 1990 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi di sektor keuangan.
Di luar pemerintahan, Bursah dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Ketua Umum Forum Aktivis Nasional, serta dikenal sebagai pendiri HUMANIKA.
Rekam Jejak Politik
Karier politik Bursah Zarnubi terbilang panjang di tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) pada 2006.
Namanya semakin dikenal setelah menjadi anggota DPR RI periode 2004–2009. Pada 2011, ia bergabung dengan Partai Gerindra, memperluas pengaruh politiknya.
Kiprah politiknya juga diperkuat oleh sang istri, Sri Lemiyana, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.
Kemenangan di Pilkada Lahat 2024
Pada ajang Pemilihan Bupati Lahat 2024, Bursah Zarnubi maju sebagai calon Bupati Lahat berpasangan dengan Widia Ningsih dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Pasangan ini berhasil meraih kemenangan dengan perolehan 103.950 suara atau 41,25 persen dari total suara sah, mengungguli para pesaingnya.
Sorotan Gaya Kepemimpinan
Insiden ini semakin menegaskan gaya kepemimpinan Bursah yang dikenal tegas dan tanpa kompromi terhadap persoalan disiplin birokrasi.