Antisipasi Rerjadinya Luapan Air Sungai, Polres Pesibar Lakukan Pengecekan Debit Sungai

PESISIR BARAT– polres pesisir barat melaksanakan kegiatan pengecekan debit air sungai yang berada di pekon laay,pekon penengahan pada saat hujan deras.Sabtu,12 Januari 2025 pukul 22.30 wib

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Pesisir Barat IPTU Kasiyono, S.E., M.H. mengatakan bahwa”kegiatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita semua inginkan.Dimana melihat dari curah hujan yang sangat tinggi kami khawatirkan debit air sungai kembali tinggi.”ujarnya

“Kami menurunkan personil siaga bencana dan di bantu dengan personel yang lain untuk selalu berwaspada,bila mana debit air sungai yang tiba-tiba meningkat melihat dari curah hujan yang tinggi bisa membantu mengevakuasi masyarakat dengan cepat”

“Tidak hanya itu,kepada seluruh masyarakat kami mengimbau agar tetap berhati-hati dan waspada bila mana terjadi hal-hal yang mencurigakan atau menonjol agar dapat segara melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian”tutupnya. (Susan)

Demi Keselamatan Warga, Polres Pesisir Barat Berharap Bisa Berkoordinasi dengan Pemkab untuk Percepatan Perbaikan Tanggul

PESISIR BARAT – Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra SIK.MH didampingi Kabag Ops Polres Pesisir Barat Kompol Abdul Rasyid, SH.MH, Plh Kapolsek Pesisir Tengah Ipda Agustiar, S.Pdi, Kanit Reskrim Polsek Pesisir Tengah Ipda Jepriyansa, SH, Peratin Way Nukak Mat Darmawan serta personil lainnya tinjau lokasi pasca banjir di Pekon Way Nukak, Pekon Laay Penengahan Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (11/1/2025).

Saat di lokasi Kapolres Pesisir Barat meninjau lokasi rumah warga yang terdampak banjir hingga ke Kanal Sungai Way Laay yang jebol pada malam hari.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra SIK.MH berharap bisa berkordinasi dengan Pemkab Pesisir Barat untuk percepatan penanggulangan bencana dan perbaikan tanggul pembatas kanal Sungai Way Laay karena menyangkut keselamatan warga disekitar,”ucapnya.

Lebih lanjut Kapolres juga meminta kepada seluruh aggota Polres Peisir Barat maupun Polsek Psisir Tengah, “Apabila terjadi bencana tim langsung segera bantu masyarakat berikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak bencana agar segera di evakuasi ke tempat yang lebih aman,”ucapnya.

Banjir terjadi akbiat air Sungai Waylaay meluap. Hal ini terjadi karena curah hujan tinggi dibagian hulu sungai, di daerah Kabupaten Lampung Barat. Volume air sungai sangat besar akhirnya meluap dan merendam ratusan rumah warga di Penengahan, Kecamatan Karya Penggawa.

Dalam peristiwa tersebut warga mengalami kerugian berupa hewan ternak yang terbawa arus, beras, peralatan rumah tangga, mesin penggiling padi, ratusan rumah warga terendam namun tidak ada korban jiwa. (Susan)

Peluncuran Platform “Akal Lokal”: Wadah Digital untuk Melestarikan Tradisi Indonesia

Jakarta – Platform digital “Akal Lokal”, yang berisi konten tentang tradisi dari berbagai daerah di Indonesia, resmi diluncurkan pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Jakarta. Platform ini hadir dengan harapan menjadi sumber informasi terpercaya mengenai tradisi dan pengetahuan masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam.

Di tengah derasnya arus informasi global, platform “Akal Lokal” bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan pengetahuan lokal yang sering kali terpinggirkan. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Terasmitra dan Bali Lite, dengan dukungan dari Global Environment Facility-Small Grant Program (GEF/SGP) dan United Nations Development Programme (UNDP).

“Pengetahuan lokal adalah harta karun tak ternilai. Dengan ‘Akal Lokal,’ kita dapat menjaga kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Yanidar Witjaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan, dalam sambutannya.

Acara peluncuran yang digelar di Serambi Salihara, Jakarta Selatan, juga menjadi perayaan 14 tahun perjalanan Terasmitra dalam mendokumentasikan tradisi lokal melalui riset dan pendampingan masyarakat. Adinindyah, Co-Founder Terasmitra, menekankan pentingnya platform ini dalam menjaga kelestarian budaya.

“Selama 14 tahun, kami belajar bahwa kearifan lokal memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian alam. ‘Akal Lokal’ adalah upaya kami untuk memastikan warisan ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Wadah Kolaborasi untuk Kemanusiaan Dunia

Platform “Akal Lokal” diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan komunitas, akademisi, organisasi masyarakat, dan publik untuk berbagi pengetahuan berbasis kearifan lokal.

Geger Riyanto, antropolog dan akademisi Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa platform ini dapat menjadi sarana dokumentasi dan refleksi. “Saya membayangkan ‘Akal Lokal’ menjadi tempat di mana masyarakat bisa berbagi ingatan dan pengalaman tentang tradisi yang nyaris hilang,” ujarnya.

Siapa pun dapat berkontribusi di “Akal Lokal”, baik dengan mendokumentasikan tradisi, berbagi inovasi lokal, atau menyampaikan cerita yang memperkaya pembangunan berkelanjutan. Amelia Rina Nogo de Ornay, Koordinator Knowledge Management Terasmitra, menjelaskan, “Kami ingin mengumpulkan pengetahuan lokal yang tersebar menjadi satu tempat yang kaya dan berdaya guna.”

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Diskusi peluncuran yang dimoderatori oleh Dicky Lopulalan, Co-Founder Terasmitra, mengangkat tantangan utama dalam mengelola platform ini, terutama terkait konversi pengetahuan tutur menjadi dokumen eksplisit.

Eko Kumara, Direktur Penabulu, menambahkan, “Tugas ‘Akal Lokal’ tidak hanya mendokumentasikan, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan lahirnya pengetahuan baru.”

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB, memberikan contoh kearifan lokal di bidang pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti tradisi penentuan waktu tanam oleh kelompok tani yang berdasarkan kesepakatan bersama.

Ragam Kegiatan Peluncuran

Peluncuran ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari LSM, akademisi, media, pelaku budaya, hingga komunitas lokal. Acara dibuka dengan pertunjukan Jimbe dari Komunitas Ciliwung Merdeka, serta pameran produk pengetahuan lokal, termasuk pangan lokal seperti sorgum.

“Akal Lokal” diharapkan menjadi pelopor edukasi digital yang melestarikan dan merayakan kekayaan tradisi Nusantara.

PT Hyundai Motors Indonesia Siapkan Tujuh Model Baru di 2025

Otomotif – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan lebih dari tujuh model…

Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Resmi Ditetapkan Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung

LAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyerahkan surat keputusan (SK) Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur 2025-2030 kepada DPRD Lampung, Jumat (10/1/2025).

Penyerahan surat keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030 oleh KPU Lampung di Emersia Hotel pada Kamis (9/1/2025) malam.

Surat keputusan diterima langsung oleh Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar didampingi para wakil ketua di Gedung Sekretariat DPRD Lampung.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami mengatakan, setelah menyerahkan hasil Pilkada kepada DPRD, untuk tahapan dan proses berikutnya bukan lagi menjadi ranah KPU. Pelantikan sepenuhnya menjadi wewenang Menteri Dalam Negeri RI.

Penyerahan surat putusan ke DPRD ini, lanjut Erwan, sesuai dengan amanat PKPU paling lambat sehari setelah penetapan KPU harus mengajukan usulan pengesahan ke DPRD.Graha Suara
Homepage / Ruwa JuraiKPU Provinsi Lampung Menyerahkan SK Gubernur dan Wagub Kepada DPRD
10 Januari 2025olehredaksi grahasuara
KPU Provinsi Lampung Menyerahkan SK Gubernur dan Wagub Kepada DPRD
redaksi grahasuara-Ruwa Jurai

BANDAR LAMPUNG GS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyerahkan surat keputusan (SK) Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur 2025-2030 kepada DPRD Lampung, Jumat (10/1/2025).

Penyerahan surat keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030 oleh KPU Lampung di Emersia Hotel pada Kamis (9/1/2025) malam.

Surat keputusan diterima langsung oleh Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar didampingi para wakil ketua di Gedung Sekretariat DPRD Lampung.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami mengatakan, setelah menyerahkan hasil Pilkada kepada DPRD, untuk tahapan dan proses berikutnya bukan lagi menjadi ranah KPU. Pelantikan sepenuhnya menjadi wewenang Menteri Dalam Negeri RI.

Penyerahan surat putusan ke DPRD ini, lanjut Erwan, sesuai dengan amanat PKPU paling lambat sehari setelah penetapan KPU harus mengajukan usulan pengesahan ke DPRD.

“Sehingga hari ini secara resmi KPU Lampung telah memberikan SK kepada DPRD Lampung,” ujar Erwan Bustami.

Sementara, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar mengucapkan terima kasih kepada KPU Lampung dan jajaran telah melaksanakan tugas Pilkada serentak 2024 di Provinsi Lampung dengan baik.

“Khusus untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, telah selesai melaksanakan tugasnya sehingga SK penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih diterima DPRD dan selanjutnya akan diproses,” terang Giri.

Sebelumnya, dalam pleno KPU Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela secara resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 mengalahkan petahana Arinal-Sutono.(Red)

DPRD Lampung Terima SK Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur 2025-2030

LAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung untuk periode 2025-2030 kepada DPRD Lampung, pada Jumat (10/1/2025).

Penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut dari rapat pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih oleh KPU Lampung, yang dilaksanakan di Emersia Hotel pada Kamis (9/1/2025) malam.

Surat keputusan diterima langsung oleh Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, yang didampingi oleh para wakil ketua DPRD di Gedung Sekretariat DPRD Lampung.

Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, menjelaskan bahwa setelah penyerahan SK ini, tahapan selanjutnya bukan lagi menjadi ranah KPU, melainkan menjadi wewenang Menteri Dalam Negeri RI untuk melaksanakan pelantikan. “Penyerahan SK kepada DPRD ini sesuai dengan amanat PKPU yang mengharuskan pengajuan usulan pengesahan ke DPRD paling lambat sehari setelah penetapan KPU,” ujar Erwan Bustami.

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengucapkan terima kasih kepada KPU Lampung dan jajaran yang telah melaksanakan tugas penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 dengan baik. “Untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, tugas KPU telah selesai, dan SK penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih kini telah diterima DPRD untuk diproses lebih lanjut,” jelas Giri.

Dalam rapat pleno sebelumnya, Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela secara resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 setelah berhasil mengalahkan pasangan petahana Arinal-Josef Sutono. (Red)

Pasca Terjangan Banjir, Warga Mendapatkan Bantuan Sembako dari Polres Pesisir Barat

PESISIR BARAT – Pasca terjangan banjir yang menimpa puluhan rumah yang berada di pesisir tengah polres pesisir barat beserta jajaran polsek pesisir tengah langsung mendatangi rumah warga yang terdampak banjir untuk memberikan bantuan sembako.sabtu,11 Januari 2025.

Kejadian banjir bandang yang melanda wilayah pemukiman 3 pekon di kabupaten pesisir Barat mengakibatkan puluhan rumah tergenang air sehingga banyak warga yang harus mengungsi,dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa namun menimbulkan kerugian material yang diderita oleh para warga antara lain hewan ternak yang hanyut dan bahan pokok yang yang terbawa arus di gudang penyimpanan masyarakat.

Jajaran polres pesisir barat bersama-sama dengan instansi terkait sudah sejak tadi malam melakukan evakuasi para warga yang rumahnya tergenang air, dan sampai dengan pagi ini hari Sabtu tanggal 11 Januari 2025 Tim siaga bencana polres pesisir barat juga diterjunkan guna untuk mengecek kembali kondisi pasca kejadian banjir tadi malam.

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Pesisir Barat IPTU Kasiyono, S.E., M.H. mengatakan bahwa” bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian dari pihak kepolisian pada masyarakat yang terdampak bencana.”

“selain itu kami juga mengerahkan personil untuk membantu evakuasi warga sejak tadi malam karena dikhawatirkan masih terjadi banjir susulan.”ucapnya

Warga yang menerima bantuan sembako mengungkapkan rasa terima kasihnya dan menyambut dengan antusias dan senang hati atas kepedulian pihak jajaran polres pesisir barat melalui polsek pesisir Tengah kepada masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

Selanjutnya Kapolres pesisir Barat menyampaikan bahwa “bencana alam merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari,namun demikian dampak dari bencana tersebut bisa dimitigasi sehingga tidak menimbulkan korban yang lebih banyak”.

“oleh karena itu jajaran pemerintah daerah bersama-sama dengan polres pesisir barat langsung menganalisa penyebab banjir dan dimana sumber banjir yang diduga dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi sehingga aliran air dari arah hulu sungai di kabupaten Lampung Barat tidak dapat terbendung yang mengakibatkan meluapnya air di muara sungai way laay yang langsung mengarah kelautan.”ujarnya

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir agar dapat saling membantu satu sama lain,serta tetap memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya dan selalu menjaga barang-barang yang sekiranya masih berada di dalam rumah agar dapat diamankan. (Susan)

Ratusan Warga Desa Way Huwi, Jati Agung Mendatangi Sekretariat Ormas LMPI

LAMPUNG – Ratusan warga Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendatangi Sekretariat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) di Jalan Jalur Dua, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Kedatangan mereka pada Kamis, 8 Januari 2025, sekitar pukul 10.30 WIB, bertujuan untuk meminta bantuan kepada LMPI dalam menangani sengketa tanah yang melibatkan lapangan olahraga dan tanah pemakaman umum di desa mereka, yang kini diklaim oleh PT. BTS, anak perusahaan PT. BW.

Masyarakat Desa Way Huwi berharap agar peta wilayah yang dikeluarkan oleh PT. BTS dan PT. BW segera dikaji ulang. Mereka merasa bahwa proses tersebut terlalu sepihak, karena pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Aparat Penegak Hukum (APH) hanya mendengarkan keterangan dari pihak PT. BTS tanpa mempertimbangkan klarifikasi dan bukti yang diajukan oleh masyarakat, termasuk keterangan dari saksi-saksi dan tokoh masyarakat setempat.

Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) MARCAB Lampung Selatan, yang turut mendampingi kuasa hukum, mendapatkan dukungan penuh dari LMPI MADA Provinsi Lampung untuk membantu masyarakat Desa Way Huwi dalam memperjuangkan hak mereka. Mereka berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan melawan mafia tanah di Kabupaten Lampung Selatan.

Masyarakat Desa Way Huwi menegaskan bahwa tanah pemakaman umum dan lapangan olahraga adalah aset desa yang sangat penting bagi mereka. Lapangan olahraga tersebut telah lama digunakan oleh warga untuk berbagai kegiatan dan merupakan tempat bagi generasi muda untuk berprestasi. Menurut mereka, tanah ini tidak boleh diambil oleh pihak mana pun demi kepentingan pribadi.

Tukijo, mantan Sekretaris Desa Way Huwi yang menjabat pada tahun 1967, menyatakan kekecewaannya. Ia menjelaskan bahwa lapangan dan pemakaman umum sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan telah ditata untuk kepentingan masyarakat setempat. “Saya sangat kecewa dengan pemerintahan modern ini, karena dahulu tidak ada gejolak, tapi mengapa sekarang diakui sebagai milik PT. BTS?” ujarnya dengan sedih.

Sakimin, salah satu warga setempat, juga menambahkan bahwa lapangan dan pemakaman umum Desa Way Huwi tidak pernah termasuk dalam lokasi PT. BTS berdasarkan peta asli dari tahun 1966. “Kenapa tanah ini sekarang diklaim milik PT. BTS pada 2024? Ini seperti merampas kemerdekaan kami sebagai warga Indonesia,” tegasnya.

Saryanto, Ketua Pemuda Desa Way Huwi, juga menyatakan kekesalannya. Ia menjelaskan bahwa lapangan tersebut sangat penting bagi para pemuda di desa mereka, yang telah menghasilkan pemain sepak bola berbakat yang bahkan telah bermain di liga profesional. “Jika lapangan ini hilang, para pemuda akan kehilangan tempat untuk beraktivitas dan kemungkinan akan terjerumus ke hal-hal negatif,” kata Saryanto.

Masyarakat Desa Way Huwi berharap agar Ormas LMPI Lampung dan MARCAB Lampung Selatan dapat membantu mereka dalam memperjuangkan hak atas tanah lapangan dan pemakaman umum yang selama ini menjadi aset desa. Mereka juga meminta pemerintah agar tidak hanya mendengarkan keterangan dari PT. BTS, tetapi juga mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan oleh masyarakat.

Hairul A. Nasution, Ketua MARCAB LMPI Lampung Selatan, dengan tegas menyatakan bahwa LMPI siap membantu masyarakat Desa Way Huwi untuk merebut kembali tanah lapangan dan pemakaman umum yang diklaim oleh PT. BTS. “Insha Allah, kami akan memperjuangkan tanah ini untuk kembali menjadi milik Desa Way Huwi,” ujarnya.

Budi, Sekretaris MADA LMPI Lampung, yang mewakili Ketua MADA LMPI Lampung, menegaskan dukungan penuh kepada MARCAB LMPI Lampung Selatan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Desa Way Huwi. “Tidak ada yang boleh merebut tanah fasilitas umum ini,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan, LMPI mengajak masyarakat untuk bersatu melawan mafia tanah yang merampas hak-hak warga. “NKRI HARGA MATI,” tutupnya dengan penuh semangat.

Ibu di Lampung Bacok Bayinya Diduga Depresi Karena Suami Mau Nikah Lagi

Lampung Timur – Peristiwa tragis terjadi di Desa Way Areng, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur,…

Viral Komentar Komika Soal Trotoar Keramik, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Perbaikan

BANDAR LAMPUNG – Sebuah video yang menampilkan komika Abdul Arsyad mengomentari trotoar di Bandar Lampung menjadi viral di media sosial. Dalam podcast “Skakmat” yang dipandu Pandji Pragiwaksono dan diunggah tiga minggu lalu, Abdul menyoroti penggunaan keramik sebagai material trotoar di kota ini.

“Di Lampung itu mereka punya trotoar, tapi dari keramik, lucu sekali. Saya waktu lewatnya itu berpikir, apa motivasinya bikin trotoar dari keramik?” ujar Abdul Arsyad. Pandji menimpali, “Gak aman lho itu, kalau hujan licin,” yang disetujui Abdul.

Merespons komentar tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum menyatakan bahwa rencana untuk mengganti trotoar keramik berwarna-warni dengan material granit telah ada sebelum isu ini viral.

“Sesuai arahan Walikota, trotoar tersebut akan kami bongkar dan diganti dengan granit yang lebih aman dan tidak licin,” ungkap Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, Jumat (10/01/2024).

Respons Masyarakat dan Aktivis

Ketua Gepak Lampung, Wahyudi, mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi persoalan ini. Ia menyoroti bahwa pemilihan keramik sebagai material trotoar kemungkinan memiliki pertimbangan estetika di masa kepemimpinan Walikota sebelumnya, Herman HN.

“Trotoar warna-warni ini mungkin dimaksudkan untuk menambah daya tarik kota dan menarik minat wisatawan. Namun, dalam setiap pembangunan fisik, keselamatan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama,” kata Wahyudi.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak dalam perencanaan proyek, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta forum pemerhati keselamatan jalan.

“Jika semua tahapan dilaksanakan sesuai prosedur, risiko masalah seperti ini bisa diminimalkan, sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tambah Wahyudi.

Sorotan Proyek Lain

Wahyudi juga menyinggung sejumlah proyek lain yang menuai perhatian publik, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial dan Tugu Pagoda di China Town Bandar Lampung, yang sempat mendapat kritik masyarakat.

“Dalam situasi pemulihan ekonomi seperti sekarang, saya berharap Pemerintah Kota lebih selektif dan matang dalam merencanakan pembangunan, terutama yang terkait fasilitas umum dan pelayanan publik,” tegasnya.

Ia mengapresiasi upaya Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, untuk mempercantik kota, namun berharap pelaksanaan proyek teknis didukung dengan perencanaan yang lebih baik.

“Semoga ke depan, semua pembangunan berjalan sesuai dengan visi Bunda Eva untuk menciptakan pelayanan publik yang prima dan Kota Bandar Lampung yang indah,” tutup Wahyudi.