Sudutfakta.com BANDAR LAMPUNG — Aksi Manifesto Arah Juang Lampung memasuki babak baru. Massa yang sebelumnya menggelar aksi dan mendirikan tenda di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung kini bergeser ke depan Kantor Gubernur Lampung.
Sekitar 50 orang massa aksi masih bertahan di lokasi. Jumlah tersebut diperkirakan dapat bertambah seiring berlangsungnya konsolidasi massa.
Setibanya di kawasan Kantor Gubernur Lampung, massa kemudian berupaya mendirikan tenda sebagai bagian dari aksi yang mereka sebut “Kemah Juang”.
Namun, upaya tersebut sempat mendapat penghadangan aparat gabungan, termasuk kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Sempat terjadi tarik-ulur di lapangan. Meski demikian, massa akhirnya berhasil mendirikan tenda di kawasan depan Kantor Gubernur Lampung.
Hingga malam hari, massa masih bertahan dan memastikan aksi perkemahan akan terus dilakukan.
“Dari DPRD Bergeser ke Kantor Gubernur
Sebelumnya, massa Manifesto Arah Juang Lampung menggelar aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung. Namun, mereka kemudian memutuskan memindahkan titik aksi ke Kantor Gubernur Lampung.
Perpindahan tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar tuntutan yang mereka sampaikan mendapat perhatian dan respons langsung dari pemerintah daerah.
Dengan berdirinya tenda, aksi yang sebelumnya berupa demonstrasi kini berubah menjadi aksi bertahan atau perkemahan.
Massa menyatakan tidak akan meninggalkan lokasi dalam waktu dekat.
Bawa Tujuh Tuntutan Utama
Dalam Manifesto Arah Juang Lampung, massa membawa sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Lampung.
Sedikitnya terdapat tujuh poin utama yang mereka perjuangkan, yakni:
Penghentian konflik agraria dan penyelesaian sengketa tanah.
Pembenahan infrastruktur dan pelayanan publik.
Peningkatan kesejahteraan petani.
Pendidikan yang gratis dan demokratis.
Perlindungan sumber daya alam.
Pengawasan terhadap pelaksanaan program-program nasional.
Penyelamatan Taman Nasional Way Kambas dari ancaman krisis ekologis.
Mereka juga membawa semangat “Bersatu, Bersuara, Berjuang” dan mengajak masyarakat untuk ikut mengawal berbagai persoalan yang mereka suarakan.
“Kami Akan Tetap Bertahan”
Massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi sesaat. Kemah Juang disebut sebagai bentuk perjuangan untuk mengawal persoalan-persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian secara serius.
“Kami akan tetap bertahan,” menjadi salah satu sikap yang ditegaskan massa di lokasi aksi.
Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga membuka ruang dialog dan memberikan respons terhadap tuntutan yang telah disampaikan.
Sementara itu, situasi di sekitar Kantor Gubernur Lampung masih dalam pengamanan aparat gabungan.
Hingga berita ini diturunkan, tenda Kemah Juang masih berdiri di depan Kantor Gubernur Lampung. Massa menyatakan akan terus bertahan dan melakukan konsolidasi sampai terdapat perkembangan atas tuntutan yang mereka perjuangkan.
Aksi ini pun diperkirakan masih akan berlangsung dan menjadi perhatian publik Lampung dalam beberapa hari ke depan.