Bebas Halinar, Kalapas Metro Gelar Apel Deklarasi Bersama Jajaran

LAMPUNG7COM – Metro | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Lapas Metro menggelar Apel Deklarasi yang diikuti oleh seluruh Pegawai, berlangsung di Lapangan Lapas setempat, Kamis, (27/2/2025).

Dikatakan Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari Presiden Republik Indonesia dalam Asta Cita yang kemudian diterjemahkan ke dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

“Tentu ini merupakan visi dan misi kita semua yang harus dilaksanakan bersama. Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan tanggung jawab kita sebagai ASN Pemasyarakatan. Fungsi kita sangat vital, mencakup pembinaan, perawatan, pengamanan, dan pembimbingan Warga Binaan. Namun, yang paling utama adalah memastikan bahwa tidak ada HP, Pungli, dan Narkoba di dalam Lapas. Ini menjadi tonggak penting yang harus kita pahami dan jalankan bersama,” ujar Tunggul.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya bergantung pada pimpinan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pegawai, dimana setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan lingkungan kerja yang bersih dan profesional.

“Kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan berpikir bahwa ini hanya tugas pimpinan. Semua harus bergerak, semua harus terlibat. Kita harus berubah, bertransformasi, dan bertumbuh demi mencapai tujuan organisasi yang lebih baik,” ucap Tunggul.

Selain itu, Kalapas juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjaga keharmonisan dalam bekerja.

Saling menghargai dan menghormati satu sama lain akan menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif serta meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

“Jangan sampai kita melakukan tindakan yang mencemari atau mengkhianati organisasi. Jika kita tidak bisa memberikan prestasi, setidaknya jangan menambah masalah yang dapat merugikan atau mencoreng nama baik institusi ini,” tegas Tunggul.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para Pegawai, salah satunya Pegawai Lapas Metro, Retika Asnah, mengungkapkan bahwa deklarasi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh Pegawai untuk terus bekerja dengan integritas dan profesionalisme.

“Kegiatan ini sangat baik untuk menguatkan kembali komitmen kita dalam menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dari hal-hal yang merusak. Dengan adanya deklarasi ini, kita semakin termotivasi untuk bekerja lebih disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta tanggung jawab,” ujar Retika.

Pegawai lainnya, Arif Rahman, menambahkan bahwa deklarasi ini bukan hanya formalitas, tetapi juga momentum bagi seluruh Pegawai untuk lebih meningkatkan pengawasan dan sinergi dalam menjalankan tugas.

“Kami merasa lebih bersemangat dan termotivasi. Dengan adanya deklarasi ini, kami semua semakin sadar bahwa menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari Halinar bukan hanya tugas segelintir orang, tetapi tugas kita bersama,” kata Arif.

Sebagai simbolisasi dari komitmen yang telah dicanangkan, seluruh pegawai Lapas Metro menandatangani pernyataan komitmen bebas Halinar.

Penandatanganan ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh jajaran Lapas Metro siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi.| (Rio).

Pemkot Bandar Lampung Lakukan Langkah Strategis Tangani Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus berupaya menangani dan mencegah bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Berbagai langkah penanganan dan pencegahan terus dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir yang merugikan masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung, melalui Asisten I, Sukarma Wijaya, mengungkapkan beberapa langkah yang telah dan akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah banjir, antara lain:

Kerja Sama Lintas Wilayah Pemkot Bandar Lampung menjalin kerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan kawasan sedimen di area catchment seperti kawasan register 17 dan 19.

Peningkatan Sistem Drainase Upaya pelebaran dan pendalaman drainase terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi kontur tanah agar aliran air lebih lancar dan efektif.

Normalisasi Sungai Pemkot secara rutin melakukan normalisasi sungai dengan dukungan fasilitas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk beberapa sungai besar di Bandar Lampung.

Pemeliharaan Drainase Pembersihan drainase dari sampah dan sedimen dilakukan secara berkala untuk menghindari penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir.

Peninggian Talud Sungai Peninggian talud di sepanjang sungai dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air saat curah hujan tinggi.

Peningkatan Ruang Terbuka Hijau Pemkot juga berencana melakukan penanaman pohon dan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menahan aliran permukaan (runoff) serta meningkatkan kualitas udara. Sistem peringatan dini akan dipasang di kawasan register 17 dan 19 serta di daerah yang berkontur rendah atau dekat lereng.

Selain itu, langkah-langkah lainnya mencakup pembangunan embung dan sumur resapan serta pembuatan jalur evakuasi untuk mempermudah mobilisasi warga saat banjir terjadi.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, adalah bagian dari upaya kami. Kami juga memberi pemahaman mengenai risiko tinggal di lereng dan bantaran sungai,” ujar Sukarma Wijaya dalam konferensi pers yang dihadiri BPBD, DLH, Damkar, dan OPD terkait, Kamis, 27 Februari 2025.

Terkait banjir yang telah terjadi, Wali Kota Bandar Lampung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera membantu warga terdampak.

“Meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, kebutuhan warga terdampak harus segera dipenuhi. Oleh karena itu, kami akan memanfaatkan dana bantuan tak terduga,” tutupnya.

Camat Teluk Betung Timur Klarifikasi Video Viral Evakuasi Banjir: Hoaks, Bukan Terjadi di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Sebuah video viral yang menampilkan warga terjebak banjir dan menyelamatkan diri menggunakan tali di tengah derasnya arus, ramai beredar di media sosial TikTok. Dalam keterangan video, disebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, pada 27 Februari 2025.

Namun, informasi tersebut dibantah langsung oleh Camat Teluk Betung Timur, Zulkifli. Ia menegaskan bahwa video tersebut tidak menggambarkan situasi di wilayahnya dan menyebut konten tersebut sebagai berita bohong atau hoaks.

“Itu video tidak benar. Di wilayah Teluk Betung Timur tidak ada kejadian seperti itu,” ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, Sabtu (1/3/2025).

Menurut Zulkifli, pada saat banjir melanda beberapa wilayah Kota Bandar Lampung, evakuasi warga dilakukan dengan prosedur yang aman dan sesuai standar, termasuk menggunakan perahu karet. Ia memastikan tidak ada evakuasi yang dilakukan dengan cara menarik warga menggunakan tali seperti yang terlihat dalam video tersebut.

“Kalau dilihat dari video, lokasi itu lebih mirip Kampung Pancor di Kabupaten Pesawaran, bukan wilayah kami,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Teluk Betung Timur mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, terutama dalam menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami minta warga tidak mudah percaya informasi di media sosial yang belum jelas sumbernya. Verifikasi dulu sebelum dibagikan agar tidak menimbulkan kepanikan,” tutup Zulkifli.

Pemkot Bandar Lampung Perkuat Strategi Cegah Banjir, Gandeng Daerah Tetangga dan Perluas RTH

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah. Sejumlah strategi lintas sektor dan daerah pun mulai digerakkan guna meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sukarma Wijaya, mengungkapkan bahwa langkah-langkah struktural dan non-struktural telah dan akan dijalankan sebagai bagian dari mitigasi banjir.

Kolaborasi Antarwilayah
Pemkot menjalin kerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan kawasan hulu dan daerah tangkapan air (catchment area), terutama di Register 17 dan 19 yang memiliki peran penting dalam pengendalian banjir.

Peningkatan Infrastruktur Pengendali Air
Pemkot juga melakukan pelebaran dan pendalaman drainase, normalisasi sungai secara berkala dengan dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta peninggian talud di sepanjang sungai yang rawan luapan saat musim hujan.

“Semua kegiatan ini kami lakukan dengan memperhatikan kondisi kontur tanah agar aliran air lebih lancar,” ujar Sukarma dalam konferensi pers yang dihadiri BPBD, DLH, Damkar, dan OPD terkait, Kamis (27/2/2025).

Ruang Terbuka Hijau dan Sistem Peringatan Dini
Pemkot juga fokus pada peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penanaman pohon untuk mengurangi aliran permukaan (runoff) dan memperbaiki kualitas udara. Sistem peringatan dini akan dipasang di wilayah rawan seperti Register 17, 19, dan daerah berlereng rendah.

Langkah Tambahan
Selain itu, Pemkot akan membangun embung, sumur resapan, serta jalur evakuasi yang memudahkan warga mengungsi saat banjir terjadi.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan bahaya tinggal di lereng serta bantaran sungai juga terus kami lakukan,” imbuh Sukarma.

Penanganan Dampak Banjir
Terkait banjir yang telah terjadi, Walikota Eva Dwiana menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu warga terdampak.

“Meskipun ada efisiensi anggaran, kebutuhan masyarakat tetap harus dipenuhi. Kami manfaatkan dana bantuan tak terduga untuk penanganan darurat,” tutup Sukarma.

Kesiapan Ops Ketupat, Satlantas Polresta Bandar Lampung Survey Jalan Bersama Dinas Terkait 

Bandar Lampung – Jelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Satlantas Polresta Bandar Lampung bersama dinas terkait melakukan survei jalur guna memastikan kesiapan infrastruktur serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Kamis (27/2/2025).

Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Ridho Rafika mengatakan bahwa survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jalan, titik rawan kecelakaan, potensi kemacetan, maupun genangan air akibat cuaca yang bisa mengganggu arus lalu lintas selama periode mudik.

“Kegiatan kita pada siang hari ini bersama sama dengan stake holder terkait, teman teman dari DJBM, Jasa raharja, Dinas PU dan dinas Perhubungan, kita melakukan survey jalan, mengetahui secara langsung kondisi dilapangan”, Kata Kompol Ridho, Kamis (27/2/2025).

Kegiatan ini dilakukan guna memastikan jalan dalam kondisi layak, termasuk peninjauan rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan.

Kompol Ridho menambahkan bahwa hasil temuan dilapangan nantinya akan dijadikan bahan masukan bagi Pemerintah guna kesiapan serta kesiap siagaan menjelang ops ketupat Krakatau 2025

Ruas jalan yang di survey yaitu sepanjang jalan Soekarno Hatta.

Operasi Ketupat merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengamankan pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran. Dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik, diharapkan arus lalu lintas di Bandar Lampung dapat berjalan lancar dan kondusif. (susan)

Hujan Deras di Bandar Lampung Mengakibatkan Banjir di Kawasan Teluk Betung Timur

BANDAR LAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Kamis, 27 Februari 2025, kembali menyebabkan banjir di kawasan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur. Aliran sungai yang meluap menggenangi sejumlah pemukiman warga di daerah tersebut, mengakibatkan kerugian material dan gangguan aktivitas sehari-hari.

Dalam rekaman video yang beredar, warga setempat terdengar meminta bantuan kepada Wali Kota Bandar Lampung. “Tolong, Bunda, kami kebanjiran! Rumah kami sudah terendam banjir,” ujar salah satu warga yang terdengar dalam video tersebut, dengan suara penuh harapan agar segera ada tindakan dari pemerintah kota.

Banjir yang kerap melanda kawasan ini memang tengah menjadi perhatian serius dari pemerintah setempat. Beberapa titik rawan banjir di Bandar Lampung sedang ditangani secara khusus oleh Wali Kota, yang terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan sistem drainase guna mengurangi risiko banjir di masa depan.

Masyarakat pun berharap agar masalah banjir yang sering terjadi ini dapat segera teratasi dengan solusi jangka panjang, agar tidak kembali terjadi di masa mendatang. Mereka menginginkan langkah-langkah preventif dan perbaikan yang lebih efektif, sehingga dampak banjir dapat diminimalkan, dan kenyamanan warga dapat terjaga dengan baik.

Jelang Puasa, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar

Tubaba — Wakil Ketua TP-PKK Tulang Bawang Barat (Tubaba) Ana Nadirsyah didampingi Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan…

Gerak Cepat! Kadis PU Kota Langsung Tangani Banjir di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera mengambil tindakan cepat untuk menangani dampak banjir yang melanda beberapa wilayah di kota ini.

Setelah melakukan peninjauan di lokasi-lokasi seperti Gedung Air, Kali Balau Kencana, dan Labuhan Ratu pada Sabtu (22/2/2025), tim Dinas PU kembali turun ke lapangan pada Minggu (23/2/2025) untuk menangani banjir yang melanda Tanjung Seneng hingga malam hari di Tanjung Karang Timur.

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, turun langsung ke lokasi dan mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja keras sejak pagi hingga tengah malam untuk mengatasi dampak banjir.

“Kami dari Dinas PU sudah bekerja sejak pagi, bahkan hingga dini hari tim masih tetap bekerja. Ini adalah bencana yang harus kita hadapi bersama. Kami juga sudah melakukan rapat dengan BPBD dan Basarnas untuk mencari solusi terbaik,” jelas Dedi pada Minggu malam (23/2/2025).

Dedi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk bekerja semaksimal mungkin agar banjir bisa segera surut.

“Kami akan bekerja secepat dan semaksimal mungkin untuk menangani banjir ini. Kejadian ini juga menjadi evaluasi bagi kami untuk menyusun program prioritas ke depan, terutama dalam hal perbaikan drainase dan pencegahan bencana,” ungkapnya.

Hujan lebat yang mengguyur pada Jumat malam (21/2/2025) menyebabkan longsor dan robohnya pagar beton sepanjang 30 meter di Perumahan Angkasa. Akibatnya, permukiman warga di Gg. Nangka, RT 11, Lk II, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, terendam banjir pada Sabtu (22/2/2025).

Sebuah mobil Honda CRV berwarna hitam bahkan terbawa arus deras akibat tersumbatnya drainase oleh reruntuhan tembok perumahan. Tembok yang roboh itu menutup aliran air menuju sungai di perbatasan Kecamatan Labuhan Ratu dan Tanjung Seneng, tepat di Jalan Soekarno-Hatta.

Dinas PU Kota Bandar Lampung segera merespons kejadian ini dengan menurunkan tim ke lokasi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi untuk membersihkan puing-puing pagar beton yang menyumbat drainase.

“Kami telah mengerahkan dua unit ekskavator mini dan mobil pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut puing-puing ke TPA Bakung agar aliran air kembali normal,” kata Dedi.

Dedi juga menyoroti pentingnya perencanaan konstruksi yang matang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pagar beton sepanjang 30 meter ini seharusnya dibangun dengan perhitungan yang lebih teliti, terutama terkait kekuatan tanah dan fondasi. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tambahnya.

Terkait kemungkinan tindakan terhadap pihak pengembang, Dedi mengatakan Pemkot Bandar Lampung akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti kejadian ini.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang, dan pihak yang bertanggung jawab dapat diberi teguran atau sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan langkah cepat yang diambil Pemkot Bandar Lampung dan kerja keras Dinas PU, diharapkan kondisi segera pulih dan warga yang terdampak dapat kembali beraktivitas normal. (*)

Pj. Sekda Fredy Sampaikan Amanat Gubernur untuk Perlindungan Pekerja Migran Lampung

LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan kementerian dan…

Gubernur dan Wagup Lampung Pastikan Penanganan Pasca Banjir di Provinsi Lampung Berjalan Optimal

LAMPUNG – Sejak awal terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung pada tanggal 22…