Pengamen di Lampung Tengah Aniaya Warga karena Tak Diberi Uang, Ditangkap Polisi
Lampung Tengah – Seorang pengamen di Lampung Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan penganiayaan terhadap seorang warga yang tidak memberinya uang.
Kejadian ini terjadi pada Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 20.00 WIB di area parkir sebuah minimarket di Simpang Randu, Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial BS (22), seorang pemuda asal Kota Palembang, Sumatera Selatan.
“Pelaku merasa kesal karena tidak diberi uang saat mengamen, sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Yuni pada Minggu (2/3/2025).
Polisi berhasil menangkap BS hanya tiga jam setelah kejadian. Ia ditemukan bersembunyi di sebuah kontrakan di wilayah Seputih Banyak dan ditangkap tanpa perlawanan.
Korban, Robi Figo, mengalami luka memar di wajah dan kepala akibat pukulan yang dilakukan berulang kali oleh pelaku.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Seputih Banyak dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Yuni menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk premanisme seperti yang dilakukan oleh BS.
“Segala bentuk premanisme akan kami tindak, tidak ada tempat aman untuk para pelaku premanisme di wilayah Lampung seperti yang dilakukan oleh pelaku ini,” tandasnya. (Susan)
Hari Pertama Masuk Kantor, Gubernur Rahmat Mirzani Disambut Sejumlah Kepala Perangkat Daerah
LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kembali menjalankan tugasnya setelah mengikuti retreat bersama seluruh kepala…
Harga Emas Antam Awal Maret Naik: Beli Rp 1,67 Juta, Jual Rp 1,52 Juta/Gram
Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (3/3/2025). Berdasarkan…
Saham Nvidia & Tesla Melonjak 4% Usai Trump-Zelensky Ribut, Wall Street Menguat
New York – Indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (28/2/2025), meskipun pasar sempat…
Cahya Dwi Saputra, Mahasiswa MBKM Kewirausahaan yang Sukses Merintis Usaha Kuliner
Lampung – Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pengusaha bukanlah perkara mudah. Namun, Cahya Dwi Saputra,…
Bupati Lamsel Bantah Isu Jual-Beli Jabatan, Radityo Egi: Jangan Percaya, Laporkan!
Kalianda – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa isu jual-beli jabatan yang mencatut namanya adalah tidak benar. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mengaku dekat dengannya dan menawarkan jabatan atau pekerjaan dengan imbalan uang.
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai oknum berinisial RE dan WA yang diduga menawarkan posisi office boy (OB) di rumah dinas bupati dengan tarif berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per orang.
“Modusnya menawarkan pekerjaan sebagai OB di rumah dinas bupati. Ini jelas mencoreng nama baik saya dan merugikan masyarakat,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya, Minggu (2/3/2025).
Menanggapi hal ini, Bupati Radityo Egi dengan tegas membantah adanya praktik jual-beli jabatan dan meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kasus serupa.
“Saya ingatkan masyarakat jangan terkecoh oleh oknum-oknum seperti ini. Jika ada yang menawarkan jabatan atau pekerjaan dengan imbalan uang, segera laporkan! Kasihan masyarakat yang tertipu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Radityo Egi menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertanggung jawab atas janji atau transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya.
“Saya tidak pernah menyuruh siapa pun melakukan jual-beli jabatan. Saya tidak akan bertanggung jawab jika ada yang tertipu. Ini bagian dari komitmen saya untuk menciptakan birokrasi bersih di Lamsel,” tandasnya.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan nama pejabat untuk kepentingan pribadi.
Pemkot Bandar Lampung Kerahkan Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menurunkan alat berat guna mempercepat proses normalisasi dan pembersihan material sisa banjir.
Pada Minggu (2/3/2025), alat berat mulai beroperasi di sejumlah titik yang masih dipenuhi puing-puing dan material banjir.
Fokus Normalisasi dan Pengerukan di Tiga Lokasi
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat difokuskan untuk normalisasi sungai dan pembersihan sisa banjir di beberapa lokasi, antara lain:
-
Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur
-
Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang
-
Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi
“Alat berat ini sangat penting dalam proses normalisasi sungai, terutama untuk mengangkat kayu, batu, lumpur, dan sampah yang menumpuk akibat banjir. Kami sudah mulai beroperasi sejak hari pertama setelah banjir terjadi,” jelas Dedi.
Komitmen Pemkot: Sampai Situasi Kembali Normal
Dedi menegaskan bahwa kegiatan pembersihan dan normalisasi akan berlangsung secara terus-menerus hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar bersih dan aman untuk kembali dihuni.
“Sesuai instruksi Wali Kota, alat berat ini akan terus beroperasi sampai situasi kembali normal,” tambahnya.
Langkah cepat ini merupakan bagian dari kepemimpinan tanggap darurat yang ditunjukkan Wali Kota Eva Dwiana, yang langsung mengerahkan sumber daya sejak hari pertama banjir, termasuk truk dan peralatan berat untuk membantu warga.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, dan warga bisa kembali beraktivitas secara normal tanpa kekhawatiran akan dampak sisa banjir.
Ribuan Warga Padati Rumah Dinas, Bambang-Rafieq: Kami Akan Langsung Bekerja
LAMPUNG7COM – Metro | Ribuan warga Kota Metro berbondong-bondong memenuhi rumah dinas Wali Kota pada Minggu (2/3/2025).
Mereka hadir bukan sekadar untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama, tetapi juga untuk menyaksikan babak baru kepemimpinan Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana.
Euforia dan harapan terpancar dari wajah-wajah mereka yang datang dengan antusias. Sejak sore, halaman rumah dinas telah dipenuhi warga dari berbagai kalangan.
Ada ibu-ibu dengan anak-anaknya, pemuda yang penuh semangat, hingga para tokoh masyarakat yang ingin menyampaikan dukungan langsung. Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi simbol bahwa perubahan yang dijanjikan dalam kampanye telah dimulai.
Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa ia dan wakilnya tidak ingin menunda-nunda pekerjaan. Bambang-Rafieq siap langsung bekerja mengabdikan diri kepada masyarakat Kota Metro.

“Kami tidak ingin berlama-lama, kami ingin langsung bekerja untuk masyarakat sesuai dengan janji kampanye kami. Kami akan berupaya sebaik mungkin menghadirkan perubahan terbaik untuk Kota Metro ke depan,” tegas Bambang.
Janji yang pernah disampaikan saat kampanye masih terpatri dalam ingatan warga, jalan yang bagus, lampu yang terang, ekonomi yang berkembang, dan masyarakat yang sejahtera.
Dalam kesempatan ini, Bambang kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan itu semua.
“Harapan kami tidak muluk-muluk, yang penting bisa kami buktikan dengan kerja nyata. Kami ingin Metro benar-benar menjadi kota dengan infrastruktur yang baik, pendidikan yang maju, dan ekonomi yang tumbuh,” ujarnya.
Bambang juga menambahkan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin membangun Metro bersama-sama. Perubahan bukan hanya tanggung jawab kami berdua, tetapi juga seluruh warga Metro. Kami butuh dukungan dari semua pihak agar impian kita bisa terwujud,” bebernya.
“Kami ingin menjadi pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. Bukan hanya hadir di saat kampanye, tetapi terus ada untuk masyarakat. Insya Allah, Metro akan menjadi kota yang lebih maju, lebih terang, dan lebih sejahtera untuk semua,” pungkas Bambang.

Dari pantauan media, kehadiran ribuan warga dalam acara tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga cerminan besarnya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan baru di Metro.
Salah satu warga, Siti Rahmah (47), mengungkapkan rasa optimisnya dengan kepemimpinan baru Kota Metro dibawah Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana.
“Dulu jalan banyak yang rusak, lampu-lampu mati, dan ekonomi susah. Tapi saya percaya, di tangan Pak Bambang dan Pak Rafieq, Metro bisa berubah. Apalagi mereka langsung kerja, nggak banyak janji kosong,” cetus Siti Rahmah.
Sementara itu, A’am Arisandi (47), seorang warga Metro Pusat yang hadir dalam silaturahmi tersebut berharap kepemimpinan baru bisa membawa lebih banyak kesempatan bagi anak muda.
“Anak muda di Metro butuh lapangan kerja, pelatihan, iklim berusaha dan ruang untuk berkembang. Mudah-mudahan ini bisa menjadi awal baru bagi generasi muda di Metro. Bambang-Rafieq adalah harapan kami,” harap A’an.
Menurut A’am, acara tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan momentum kebersamaan yang memperlihatkan bahwa Metro sedang memasuki era baru.
“Ini adalah harapan, sebuah era di mana janji bukan sekadar kata-kata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata. Semoga Metro kedepannya benar-benar terasa lebih terang. Tidak hanya karena lampu-lampu yang menyala, tetapi juga karena harapan yang kini membara di hati setiap warganya,” tandas A’am. | (Red).