Pelindo Berulah, Rakyat Dibuat Susah Akibatnya Banjir

BANDAR LAMPUNG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang diduga sengaja menutup beberapa saluran drainase…

Lomba Solo Song di Bento Kopi Lampung, Meriahkan Hari Valentine

 

Bandar Lampung – Dalam rangka menyambut Hari Valentine yang penuh dengan nuansa romantis, Bento Kopi Lampung menggelar lomba Solo Song yang seru.

Muhamad Yaser, yang akrab disapa Kak Acen selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa ide awalnya muncul saat ia menikmati suasana santai di café Bento dan berkenalan dengan manajer Bento. Dari pertemuan tersebut, tercetuslah ide untuk mengadakan lomba karaoke yang bertujuan untuk menyalurkan bakat penyanyi lokal Lampung dan memotivasi mereka untuk kembali semangat dalam bermusik. (04/02/2025)

“Acara karaoke ini akan diadakan pada 8 dan 9 Februari 2025, dengan babak final pada 14 Februari 2025. Peserta bebas memilih lagu favorit mereka dan lomba ini terbuka untuk umum. Pendaftaran hanya Rp20.000,- dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengasah karakter vokal serta menyalurkan hobi bernyanyi. Hadiahnya pun menarik: Juara pertama mendapat uang tunai Rp600.000, juara kedua Rp400.000, dan juara ketiga Rp250.000, ditambah piala serta voucher makan senilai Rp200.000, Rp150.000, dan Rp50.000 untuk setiap pemenang. Bagi yang belum mendaftar, bisa langsung datang ke Bento Kopi Lampung di Jl. Pulau Sebesi No. Sukarame, Bandar Lampung, atau mendaftar melalui transfer ke nomor Dafa (085966005889), panitia Bento. Jangan lewatkan keseruan di Bento!” ujar Kak Acen.

Di tempat yang sama, Muhamad Dafa, yang lebih akrab disapa Dafa dan menjabat sebagai manajer Bento Kopi Lampung, mengatakan bahwa lomba Solo Song ini merupakan kolaborasi menarik yang digagas oleh Kak Acen. Harapannya, melalui acara ini, Bento Kopi dapat semakin dikenal di kalangan masyarakat, terutama di Kota Bandar Lampung.

“Bagi yang ingin mengikuti lomba karaoke Bento, bisa datang langsung ke Bento atau mendaftar via transfer. Jangan lupa juga untuk mengikuti Instagram kami di @bentokopi.lampung untuk informasi terkini seputar kegiatan, terutama lomba karaoke ini,” tambah Dafa.

APKLINDO Lampung Hadiri Pencanangan Bulan K3 Nasional Tahun 2025

Lampung – Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (DPP APKLINDO) Lampung ikut serta dalam acara Peringatan Bulan K3 Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung pada Rabu, 5 Februari 2025, di Lapangan Parkir Indogrosir, Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung.

Dalam kegiatan ini, hadir Ketua DPP APKLINDO Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, bersama beberapa perusahaan anggota dan perwakilan karyawan dari berbagai perusahaan seperti PT. Gemilang Mulia Sarana, PT. Citra Diakoni, PT. Cahaya Duta Persada, CV. Wilis Tirta Kencana, dan PT. Gemilang Garda Perkasa.

Acara ini diawali dengan Apel Bulan K3 Nasional yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Bapak Intizam, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM, yang mewakili Pj. Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Intizam mengajak semua pihak untuk meningkatkan budaya K3 guna menurunkan angka kecelakaan kerja di Provinsi Lampung.

“Bulan K3 menjadi momentum penting dalam upaya meminimalkan kecelakaan kerja, sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3,” ujar Intizam, membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.

Intizam melaporkan, berdasarkan data tahunan BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja, penyakit kerja, dan PHK menunjukkan fluktuasi. Pada 2022 tercatat 298.137 kasus kecelakaan kerja, angka ini meningkat menjadi 377.700 pada 2023. Namun, pada Oktober 2024, jumlahnya menurun menjadi 356.383 kasus di seluruh Indonesia. Data ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan budaya K3.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Yuri Agustina Primasari, menekankan bahwa Bulan K3 juga menjadi pertimbangan dalam menetapkan tingkat risiko bagi pelaku usaha, yang dapat berpengaruh pada perizinan berusaha.

Ketua DPP APKLINDO Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, yang hadir bersama satu pleton peserta upacara yang mewakili perusahaan dan karyawan anggota APKLINDO, menyatakan, “Peringatan Bulan K3 Nasional harus lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah momentum untuk perusahaan dan karyawan agar selalu membudayakan keselamatan, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, saat bekerja, hingga kembali ke rumah. Untuk itu, diperlukan penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), yang telah diterapkan oleh beberapa perusahaan anggota APKLINDO Lampung.”

Menurutnya, penerapan SMK3 ini wajib bagi perusahaan dengan minimal 100 karyawan atau yang memiliki tingkat potensi bahaya tinggi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 50 Tahun 2012.

Harapan DPP APKLINDO Lampung, melalui peringatan Bulan K3 Nasional, adalah semakin meningkatnya kesadaran terhadap budaya K3 dan semakin banyak perusahaan anggota APKLINDO Lampung yang menerapkan SMK3. Sesuai tema Bulan K3 Nasional 2025, yaitu “Penguatan Kapasitas SDM dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 untuk Meningkatkan Produktivitas.”

Tiga Pelaku Begal Driver Maxim Ditangkap, Satu Masih Buron

Bandar Lampung – Tiga pelaku begal yang menyerang seorang driver Maxim di Jalan ZA Pagar Alam, Rajabasa…

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Membuka Muskercab I PCNU Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, secara resmi membuka Muskercab I PCNU Kota…

Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie Resmi Dibuka pada Jumat, 31 Januari 2025

LAMPUNG – Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung, resmi dibuka pada hari Jumat, 31 Januari 2025, pukul 09:30 WIB. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat setempat, menandai sebuah langkah baru dalam memberikan fasilitas yang lebih bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Rizal H. Tohid, yang memberikan berkah untuk masjid dan Ballroom yang baru saja diresmikan. Doa ini menjadi simbol harapan agar masjid dan fasilitasnya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat luas.

Kemudian, sambutan disampaikan oleh Bapak Roy Hendra Janto, Ketua Umum Laznaz Bakrie. Dalam sambutannya, Bapak Roy menyampaikan, “Masjid Raya Al-Bakrie ini didirikan dan diresmikan dengan tujuan agar bisa digunakan oleh seluruh jamaah. Dengan kapasitas hingga 1.200 orang, masjid ini tidak hanya diperuntukkan untuk ibadah saja, tetapi juga sebagai tempat untuk acara-acara resmi yang dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.”

Peresmian Ballroom ini juga bertujuan untuk memperkuat peran Masjid Raya Al-Bakrie sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat mendukung kegiatan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Pj. Gubernur Lampung, Syamsudin SH., MH., MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Ibu Eka Apriana, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fredi SM, PLT Asisten Pemerintahan Emfirsada, Staf Kepala BPKAD Marindo Kurniawan, dan Kepala Satpol PP M. Zulkarnain.

Dengan diresmikannya Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi tempat yang tidak hanya mendukung kegiatan ibadah, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bermanfaat.

Peresmian ini menjadi simbol nyata dari komitmen Laznaz Bakrie dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat sekitar, serta mempererat hubungan antar berbagai elemen masyarakat. (Susan)

PD Pemuda Panca Marga Lampung Peduli Korban Banjir

LAMPUNG – PD Pemuda Panca Marga Lampung menunjukkan kepeduliannya terhadap korban banjir yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Kota Bandar Lampung. Bencana tersebut menyebabkan kesulitan dan penderitaan bagi masyarakat yang terdampak.

Dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-44 Pemuda Panca Marga (PPM), Ketua PD Pemuda Panca Marga Lampung, Dr. Raja Agung Caropeboka, bersama dengan elemen mahasiswa, pelajar, dan masyarakat, menggelar bakti sosial. Mereka bersama-sama menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir di beberapa titik, pada Rabu, 29 Januari 2025.

Pak Utomo, Ketua RT di Way Lunik, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh relawan yang turut serta dalam kegiatan ini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua 1 PD PPM Provinsi Lampung, Herlina, Reka, Ketua PC PPM Bandar Lampung, Anggota PC PPM Lampung Selatan, Bandiono, Presiden BEM Universitas Saburai, siswa SMA Taruna Radin Intan, Ketua BEM Nusantara, Fathir, serta masyarakat setempat. (*)

Jajaran Pemkot Bandar Lampung Melakukan Peninjauan Ke Sejumlah Vihara Menjelang Imlek 

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan peninjauan ke berbagai vihara menjelang perayaan Tahun…

Walikota Bandar Lampung Temukan Perusahaan Tutup Aliran Sungai 

BANDAR LAMPUNG — Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, meninjau aliran sungai yang meluap akibat banjir pada…

Keluarga Pewakaf Protes Menara Masjid Bersejarah Rawalaut buat Provider

LAMPUNG — Keluarga H. Marsim menyampaikan keberatan terkait pemasangan pemancar sinyal provider di menara Masjid Taufiqurrahman, yang terletak di Jl. H. Masmansyur No.38, Kelurahan Rawalaut, Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung.

Samsudin (59), keponakan dari pewakaf masjid tersebut, berencana mengumpulkan keluarga besar pewakaf untuk membahas masalah ini, bahkan kemungkinan akan membawa masalah ini ke jalur hukum serta meminta penjelasan dari pihak terkait.

Keluarga Pewakaf Protes Menara Masjid Bersejarah Rawalaut buat Provider

Dia mengungkapkan kekesalannya setelah melihat beberapa provider komersial terpasang di menara masjid yang dianggapnya sebagai bangunan bersejarah di Kota Bandarlampung.

“Sangat tidak pantas ada provider di menara masjid,” tegasnya, Minggu (26/1/2025). Samsudin juga mempertanyakan sejak kapan tempat ibadah wakaf milik pamannya tersebut dijadikan lahan bisnis.

Keluarga Pewakaf Protes Menara Masjid Bersejarah Rawalaut buat Provider

Menurutnya, pengurus masjid dan aparat Kelurahan Rawalaut tidak semestinya melakukan komersialisasi menara masjid untuk kepentingan bisnis provider. “Apa umat dan Bunda Eva tidak bisa lagi mengurus tempat ibadah ini tanpa harus dijadikan komersial?” tambahnya.

Samsudin, yang akrab dipanggil Meyeng, menjelaskan bahwa ketika masjid dan menara dibangun, warga setempat bergotong-royong untuk kepentingan ibadah umat Islam, bukan untuk tempat bisnis provider.

Menurut kabar yang diterimanya, uang sewa yang diterima dari pemasangan provider digunakan untuk kebutuhan masjid, terutama untuk membayar listrik. Namun, ia menilai alasan ini tidak masuk akal. “Masjid ini sudah berdiri puluhan tahun dengan dukungan umat dan Pemkot Bandarlampung, jadi pembiayaan listriknya seharusnya tidak perlu menjadi alasan,” ujarnya.

Samsudin menambahkan, alasan menggunakan uang sewa untuk membayar listrik dirasa sangat dibuat-buat, mengingat biaya komersialisasi dari provider jauh lebih besar dari kebutuhan sosial seperti listrik masjid.