Surat Terbuka untuk Kapolres Lampung Selatan dalam Penyelesaian Melalui Restorative Justice

Lampung Selatan – Kapolres Lampung Selatan mendapatkan apresiasi dari masyarakat atas langkahnya dalam menyelesaikan kasus kisruh parkir di Rumah Sakit Bob Bazar melalui mekanisme Restorative Justice (RJ). Ungkapan terima kasih itu disampaikan oleh Azhar Marzuki, perwakilan masyarakat dan tokoh adat Pengikhan Tiang Marga Sai Batin Marga Legund, dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolres Lampung Selatan.

Dalam surat tersebut, Azhar Marzuki menyampaikan rasa syukur atas upaya hukum yang dilakukan oleh Kapolres dan jajarannya, khususnya dalam menangani kasus yang menimpa Eko, salah satu warga yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Semoga saudara kami dipermudah dalam proses RJ dan segera dibebaskan,” tulisnya.

Ia juga mengapresiasi Polres Lampung Selatan yang telah mengambil langkah tepat dalam menyelesaikan perkara ini dengan mengedepankan prinsip rekonsiliasi dan pemulihan, sesuai dengan semangat Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Restorative Justice.

“Kami memahami bahwa penjara dalam beberapa kasus bukanlah solusi terbaik dalam penegakan hukum. Dalam kasus Eko, hal ini berdampak langsung pada kehidupan dan masa depan anak istrinya,” lanjutnya.

Sebagai bentuk apresiasi, ia mendoakan agar Kapolres Lampung Selatan dan jajarannya selalu diberikan perlindungan dan keberkahan, terutama di bulan suci Ramadan ini.

“Upaya dan perjuangan Kapolres beserta jajarannya akan menjadi pahala kebaikan yang penuh berkah. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa serta diberi kesehatan dalam pengabdiannya,” tutupnya.

Berikut Isi Surat Terbuka untuk Kapolres Lamsel

Perihal: Ucapan Terimakasih Yang Sebesar-besarnya.

Aslmualikum WR. WB.

Pak Kapolres Lampung Selatan Yang Telah Membantu Upaya Hukum (RJ) buat Salah Satu Saudara Kami Yg Bernama Eko Terkait Kasus Kisruh Parkir Di Rumah Sakit Bob Bazar.

Semoga Saudara Kami Proses Tahapan RJ Nya Di Lancarkan. Dan Disegeraka Untuk Di Bebaskan. Aaamiiin🤲🙏

Alhamdulillah Polres Lamsel Sudah Melakukan Langkah Yg Cermat Tepat Sebagai penyelesaian kasus tindak pidana yang di lakukan dengan melibatkan korban, pelaku, dan masyarakat yang terkena dampak. Tujuannya adalah untuk mencapai rekonsiliasi dan pemulihan, bukan pembalasan Sesuai Dengan Ajaran Leluhur Kita Yaitu Budaya Saling Memaafkan Dan Kami Sangat Meng apresiasi.

Ketika Polri menerbitkan Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif Justice Bagi Kami Aktivis Merupakan Sebuah Hadiah Terbesar Polri Bagi Kearifan Lokal Yang Ada Di Indonesia. “

Sebab Kita Fahami Bersama Penjara Pada Sisi Tertentu Bukan Solusi Terbaik Dalam Penegakan Hukum Contonya Pada Kasus Eko Berdampak Pada Nasib Kehidupan Dan Masa Depan Anak Istrinya.

Maka Dari Itu Melalui Surat Terbuka Ini Kami Ucapkan Terimakasih Yg Sebesar-besarnya Kepada Bapak Kapolres Lamsel Atas Segala Upaya Dan Bantuanya Terkait Restoratif Justice Untuk saudara Kami Eko.

Upaya Dan Perjuangan Pak Kapolres Beserta Jajaran Di Polres Lamsel Insya Allah Ini Akan Menjadi Pahala Kebaikan Yg Penuh Berkah Di Bulan Suci Rhamadan Ini.

Semoga Pak Kapolres Beserta Jajaran Slalu Dalam Lindungan Tuhan Yg Maha Kuasa Serta Sehat Slalu Dalam Pengabdianya.

Wassalamu’alaikum WE. WB.

Salam Hormat Selalu🙏

TTD: Azhar Marzuki Pengikhan Tiang Marga Sai Batin Marga Legund.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana pendekatan keadilan restoratif dapat menjadi solusi dalam penyelesaian perkara hukum yang melibatkan masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta nilai-nilai kearifan lokal.

BI Minta Maaf Aplikasi Pintar Buat Tukar Uang Lebaran Sulit Diakses

Jakarta – Menjelang Lebaran 2025, masyarakat masih mengeluhkan sulitnya mengakses aplikasi Pintar milik Bank Indonesia (BI)…

Walikota Bandar Lampung Bersama Kapolresta dan Dandim Bagikan Takjil untuk Warga

Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay dan Dandim 0410 Kolonel Arh Tan Kurniawan kompak turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada warga.

Kegiatan berbagi ini berlangsung di dua titik utama, yakni Bundaran Tugu Adipura dan Bundaran Lungsir, Bandar Lampung, pada Minggu (16/3/2025).

Walikota Eva Dwiana menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran TNI-Polri membagikan takjil berupa sirup dan kue kering kepada masyarakat yang melintas di lokasi.

“Total ada sekitar 6000 paket yang kami siapkan. Tadi masih banyak, tapi karena antusiasme masyarakat tinggi, kami akan bagikan lagi besok,” ujar Eva Dwiana.

Ia berharap, bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Mohon doa dari semua agar Pemkot terus bisa berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung,” tambahnya.

Eva juga memastikan bahwa selain takjil, Pemkot Bandar Lampung juga akan menyalurkan bantuan lain seperti paket sembako dan beras kepada warga yang membutuhkan.

“Insyallah nanti ada bantuan dari Baznas juga,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat dokumentasi kegiatan ini, dapat mengaksesnya melalui Instagram resmi Kominfo Bandar Lampung.

Serap Aspirasi Warga, Gubernur Mirza Perbaiki Jalan Provinsi Ruas Wates-Metro

LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menjawab aspirasi warga Kota Metro dan Kabupaten Lampung…

Silaturahmi dan Buka Bersama FH Unila: Momen Berbagi di Bulan Suci

LAMPUNG – Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) menggelar acara silaturahmi dan buka…

Polres Pesisir Barat Laksanakan Patroli Dialogis di Pantai Labuhan Jukung Selama Bulan Ramadhan

Pesisir Barat – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan, Polres Pesisir Barat menggelar patroli dialogis di kawasan wisata Pantai Labuhan Jukung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan malam hari.

Kapolres Pesisir Barat, AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Pesisir Barat, Iptu Kasiyono, S.E., M.H., menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang kondusif selama Ramadhan.

“Kami melaksanakan patroli dialogis untuk memastikan keamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pantai Labuhan Jukung, baik yang sedang menikmati suasana sore maupun yang melakukan ibadah di bulan Ramadhan ini. Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan bersama,” ujar Iptu Kasiyono.

Selain menjaga keamanan, patroli ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk berdialog langsung dengan warga dan wisatawan. Petugas memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keselamatan di kawasan pantai serta mengingatkan agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan seperti pencurian dan aksi premanisme.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan. Jika menemukan hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian, segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Patroli dialogis ini akan terus dilakukan secara rutin selama bulan Ramadhan di berbagai titik strategis di Pesisir Barat. Polres Pesisir Barat berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat guna mewujudkan situasi yang aman dan kondusif. (Susan)

Dimana Wali Kota?

KOTA Bandarlampung masih sibuk seperti biasa. Orang nomor satu di kota Tapis Berseri ini pastinya sibuk dengan agenda rapat kerja, gunting pita, serta memukul gong peresmian!!

Di kantor Wali Kota, agenda tetap padat. Ada banyak hal besar yang harus diurus, banyak urusan yang tentu saja jauh lebih penting dibandingkan mengurusi dua anak kecil yang akan saya jelaskan lebih jauh kedalam tulisan ini.

Di sudut kota, di rumah kecil yang kini terasa semakin sunyi, Muhamad Rai Qabil Aldriando (15) dan Moezza Raiqamahyra Eduardo (6) duduk termenung. Ramadhan tiba, tapi ayah mereka tak lagi menemani. Sementara, sang ibu telah lama pergi ketika virus mematikan Covid-19 merenggut nyawanya.

Bulan suci yang biasanya penuh kehangatan kini berubah menjadi sepi. Kini, tak ada lagi suara ayah yang lembut membangunkan mereka untuk sahur. Hanya keheningan yang menyelimuti rumah kecil ini.

Tangan yang menggandeng mereka ke masjid untuk tarawih, kebersamaan penuh dengan canda tawa keluarga kecil ini tidak ada lagi.

Saat takbir Idul Fitri berkumandang, rumah kecil itu justru terasa semakin hampa. Tak ada pelukan hangat, tak ada suara tawa, Dua anak yatim piatu ini, kini tinggal bersama sang kakek yang tulus merawat, menemaninya serta membesarkannya.

Ayah mereka, Eduardo (46), telah pergi untuk selama-lamanya. Eduardo tewas mengenaskan, kepalanya tertancap pagar besi Masjid Al Hikmah Jl. Padjadjaran, Jagabaya II, Kecamatan Way Halim pada malam 22 Februari 2025 lalu, saat mengendarai sepeda motor di malam hari sekira pukul 20.00 WIB.

Diduga almarhum menghindari lubang, dan terperosok hingga motornya membentur tembok masjid yang di atasnya terdapat pagar besi.

Namun, apakah tragedi ini cukup penting untuk mendapat perhatian? Sepertinya tidak. Di kota yang sibuk ini, ada hal-hal yang dianggap jauh lebih besar. Bandarlampung bukan kota kecil. Ada urusan yang jauh lebih besar ketimbang nasib dua anak yatim piatu ini.

Di lokasi kejadian, Bapak Nano salah satu marbot Masjid Al Hikmah, masih mengingat betul malam tragis itu.

“Ngeri saya, pas melihat matanya tertancap di pagar besi. Posisi duduk di motor, tapi kepalanya miring,” katanya dengan suara lirih.

Ambulans datang satu jam kemudian. Tapi sayang? Nyawa Eduardo sudah melayang.

Di rumah, Moezza, bocah enam tahun yang belum mengerti bahwa tak akan ada lagi ayah yang membelikannya baju lebaran. Tak akan ada lagi ayah yang mengajaknya menuntun menuju masjid saat gema takbir mulai terdengar.

Sementara itu, Rai yang kini harus tumbuh dewasa lebih cepat hanya bisa diam. Mungkin ia sudah tahu, bahwa harapan-harapan kecil itu kini hanya tinggal mimpi.

Di Mana Wali Kota?

Tentu saja, Wali Kota Bandarlampung, Eva Diana tidak perlu repot-repot memikirkan tragedi kecil ini. Ada banyak hal yang lebih penting, rapat, proyek, acara seremoni, hingga pemotongan pita peresmian, serta sibuk mengurusi persiapan mudik lebaran.

Apa pentingnya dua anak kecil yang menangis di rumah kecilnya? Apa urusannya dengan pemerintah? Mereka toh masih bisa makan.

Barangkali, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menunggu agar kisah ini perlahan tenggelam di tengah derasnya berita baru.

Mereka akan tetap duduk di sudut rumah kecil, merasakan sepi di bulan Ramadhan, tanpa ayah yang selalu menemani.

Dan esok, ketika gema takbir menggema, dua anak ini berharap yang tak pasti, menunggu yang mungkin tak akan pernah datang lagi.

Ditulis Oleh A. Rosid

Andre Rosiade Klarifikasi soal Amplop Cokelat dalam RDP Komisi VI dengan Pertamina

Jakarta – Pimpinan Komisi VI DPR, Andre Rosiade, menanggapi pertanyaan masyarakat terkait keberadaan amplop cokelat yang…

Perkuat Persatuan Bangsa Anggota DPRD Lamsel, Samsul Gelar Sosialisasi Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

LAMPUNG SELATAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan,menggelar kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan…

Mobil Ikonis Volkswagen ID. Buzz LWB Dijual Rp 1,4 Miliar, Unit Dikirim Mei 2025

PT Garuda Mataram Motor, agen pemegang merek Volkswagen (VW) di Indonesia, akan mulai mendistribusikan kendaraan listrik…