LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo menandatangani Naskah Perjanjian…
Penulis: admin
Gubernur Mirza Buka Peluang Kerja Sama Internasional Melalui Program Sister City
LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka peluang kerja sama internasional melalui Program Sister City…
Kapolda Lampung Tanggapi Isu Setoran Judi Sabung Ayam di Way Kanan
Lampung – Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menegaskan bahwa tudingan adanya setoran judi sabung ayam…
52 Desa di Kabupaten Kaur Terima Rekomendasi Pencairan Dana Desa Tahap Pertama
BINTUHAN – Sebanyak 52 desa di Kabupaten Kaur telah mendapatkan rekomendasi pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama. Sementara itu, 140 desa lainnya masih menunggu proses penyelesaian persyaratan sebelum dapat mencairkan dana tersebut.
Kabid Bina Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Sislan, SE, menjelaskan bahwa pencairan Dana Desa tahun 2025 dilakukan dalam dua tahap, yakni 60 persen pada tahap pertama dan 40 persen pada tahap kedua.
“Saat ini, desa-desa sudah bisa mengajukan pencairan Dana Desa karena Peraturan Bupati (Perbup) dan besaran DD sudah ditetapkan. Namun, baru 52 desa yang memenuhi syarat dan diberikan rekomendasi pencairan,” ujar Sislan, Jumat (21/3/2025).
Desa Diminta Segera Ajukan Pencairan Sebelum Libur Lebaran
Pemerintah daerah mengimbau agar desa yang belum mengajukan pencairan DD segera melengkapi persyaratan sebelum libur Lebaran pada 28 Maret 2025. Jika pengajuan belum dilakukan sebelum libur, maka pencairan baru bisa dilakukan setelah Idul Fitri 1446 H.
“Bagi desa yang sudah mencairkan DD, dana tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya. Sementara bagi desa yang belum mengajukan, kami harap segera melengkapi dokumen sebelum cuti Lebaran dimulai,” tambahnya.
Anggaran Dana Desa 2025 Mengalami Penurunan
Tahun 2025, total Dana Desa yang dialokasikan untuk Kabupaten Kaur mencapai Rp 138,55 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Desa dengan alokasi DD terbesar tahun ini adalah Desa Cinta Makmur, Kecamatan Muara Sahung, yang mendapatkan Rp 1,2 miliar, disusul oleh Desa Muara Dua, Kecamatan Nasal, dengan lebih dari Rp 1 miliar. Sementara itu, Desa Senak, Kecamatan Lungkang Kule, menerima alokasi terkecil, yakni Rp 560 juta.
Secara umum, sebagian besar desa menerima alokasi sekitar Rp 900 juta, yang disesuaikan berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, serta faktor lainnya.
Sislan menegaskan bahwa proses pengajuan pencairan Dana Desa tidak akan dipersulit, selama desa memenuhi seluruh persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami pastikan proses pencairan berjalan lancar bagi desa yang melengkapi persyaratan administrasi. Kami harap seluruh desa segera mengajukan agar program pembangunan desa bisa segera berjalan,” tutupnya.
DPM U KBM Gelar Boost Up dan Pelantikan Staf Ahli
LAMPUNG – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM U) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Lampung (Unila) mengadakan…
Tenaga Honorer Suka Cita, Walikota Metro Cairkan THR Satu Bulan Gaji
LAMPUNG7COM – Metro | Tenaga honorer di Kota Metro bisa bernafas lega, Walikota Metro Bambang Iman Santoso dan Wakil Walikota M. Rafieq Adi Pradana mengumumkan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan untuk tenaga honorer sebesar Rp 1,2 Juta mulai dicairkan sejak 20 Maret 2025.
Keputusan tersebut disambut suka cita oleh ribuan honorer yang telah mengabdikan diri di berbagai instansi pemerintahan di Kota Metro.
“Pencairan THR untuk tenaga honorer sudah mulai dilakukan secara bertahap. THR ini diberikan bagi tenaga honorer yang telah bekerja lebih dari satu tahun,” ucap Bambang saat diwawancarai awak media, Jumat (21/03/2025).
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi tenaga honorer, yang selama ini berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.
THR yang diberikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam menjalankan tugas di berbagai sektor pemerintahan.
Kebijakan ini lahir sebagai bagian dari visi Bambang-Rafieq dalam membangun Metro yang lebih sejahtera dan inklusif. Bambang menegaskan bahwa tenaga honorer adalah bagian penting dalam roda pemerintahan dan pelayanan publik.
“Pemberian THR ini merupakan pengakuan terhadap kinerja para tenaga honorer dalam menjaga kelancaran berbagai layanan publik di Bumi Sai Wawai,” ungkap Bambang.
Bambang menegaskan bahwa pencairan THR ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Dengan meningkatnya perputaran uang di masyarakat menjelang hari raya, daya beli masyarakat di Metro juga akan ikut terdongkrak.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pegawai, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Metro,” tambah Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota M. Rafieq Adi Pradana menegaskan bahwa keberpihakan kepada tenaga honorer bukan hanya sebatas THR, tetapi juga bagian dari upaya panjang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami menyadari bahwa tenaga honorer telah menjadi bagian penting dalam sistem pemerintahan. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka akan terus menjadi prioritas ke depan,” ujar Rafieq.
Untuk memastikan THR ini diterima tepat waktu, Rafieq menegaskan bahwa pencairan akan bergantung pada kecepatan perangkat daerah dalam menyelesaikan verifikasi dan pengajuan usulan pencairan.
“Kami mengimbau agar seluruh instansi terkait dapat segera menyelesaikan proses administrasi agar tenaga honorer dapat menerima haknya tepat waktu,” tegas Rafieq.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah, pencairan THR ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghargaan bagi tenaga honorer, tetapi juga menjadi dorongan bagi mereka untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Metro ke depan.
“Pemerintah ada untuk rakyat, dan kebijakan ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kami. Semoga membawa berkah bagi semuanya,” pungkas Rafieq.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk perwakilan tenaga honorer di Kota Metro. Agus, seorang tenaga honorer di Metro mengaku sangat bersyukur atas pencairan THR tersebut.
“Alhamdulillah, THR ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya bisa membantu memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran. Kami berharap kebijakan seperti ini terus ada di tahun-tahun mendatang,” ucap Agus, dengan mata berbinar. | (Red).
Walikota Metro Tinjau Pasar Rakyat / Pasar Tradisional dan Agen Distributor Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran
LAMPUNG7COM – Metro | Walikota Metro, ketua DPRD Kota Metro dan seluruh jajaran Forkopimda, melakukan peninjauan pasar rakyat/pasar tradisional dan agen distributor kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Jumat, (21/03/2025).
Walikota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, rombongan langsung ke pasar tradisional di Margorejo dan tentunya ingin melihat langsung situasi dan kondisi apa yang terjadi di pasar.
“Setelah kita langsung berada di lokasi pasar tradisional, mulai dari sistem jual belinya dan stok bahan pokok tidak ada kelangkaan serta harga juga semuanya terjangkau,” ucap Bambang.
Dirinya juga langsung menemui para pengusaha- pengusaha seperti pengusaha beras, pengusaha telur, pengusaha sembako dan UD Bawang Lanang.
Bambang menjelaskan, stok menjelang lebaran mulai dari sembako atau 9 kebutuhan pokok khususnya untuk untuk masyarakat kota metro insyaAllah aman-aman dan harga pun terkendali.
“Bahkan kita tadi juga sudah mendapatkan keterangan dari pengusahanya sendiri yaitu dari UD bawang lanang H. Adri yang berkaitan dengan merek minyak kita yang sudah standarnya SNI,” tambah Bambang.
Diwaktu yang sama, Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini menyampaikan, sampai dengan hari ini dan kedepannya bahan pokok kita khusus di Kota Metro aman dan harga stabil.
“Kami juga hadir bersama Balai POM untuk mengecek stempel bahan-bahan pokok yang terjual di pasar itu layak kita konsumsi,” jelas Ria.
Pihaknya akan melakukan selektif kepada konsumen dan produsen terkait merek minyak Kita.
“Hari ini kita turun bersama untuk mengetahui isu-isu yang berkembang terkait merek minyak kita bertujuan jangan sampai ada masyarakat yang di rugikan,”tukas Ria.
Sementara itu pengusaha UD Bawang Lanang H. Adri menjelaskan, pak Walikota mengecek bagaimana mempersiapkan stok untuk menjelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, mulai dari bawang, minyak, gula, tepung dan kebutuhan pokok yang lain termasuk sembako bahwasanya untuk stok di Kota Metro aman dan harga cukup terkendali.
“Masyarakat tidak usah panik karena kita selalu mempersiapkan stoknya, stok berjalan artinya kebutuhan beberapa hari kedepan kita sudah siap,” pungkas Adri. | (Rio).
Gubernur Lampung Tekankan Kolaborasi dalam Perumusan RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026
LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia…
Komnas PA Bandar Lampung Jalin Kerja Sama dengan Dinas PPPA dan Gelar Buka Puasa Bersama Stakeholder
Bandar Lampung – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Bandar Lampung mengadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Komnas PA Kota Bandar Lampung, Jl. Sisingamangaraja Gg. Pemancar 3 No. 45. MoU ini berkaitan dengan advokasi hukum dan mediasi bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama para stakeholder dengan tema “Peningkatan Ukhuwah, Konsolidasi Internal Anggota, dan Peningkatan Kerja Sama Antar Lembaga.”
Kegiatan ini berlangsung lancar, diawali dengan hiburan dari Nada Ramadhan by D’Cippo Band sembari menunggu kedatangan tamu undangan. Acara dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk:
- Ketua Komnas PA Provinsi Lampung, Arieyanto Wertha
- Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Dra. Maryamah, yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan & Anak, Juwita Putri, S.E., M.M.
- Humas Polresta Bandar Lampung, diwakili oleh Kepala Unit PPA, Iptu Edy Shabara Purba
- Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandar Lampung, diwakili oleh Kasubsie Registrasi Bimbingan Klien Anak, Sri Rahayu, S.Psi., M.H.
- Kepala UPTD PPA Kota Bandar Lampung, Achmad Prisnal JS, S.H.
- Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Karyono
- Perwakilan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gedong Air
- Lurah Gedong Air
- Pengurus dan anggota Komnas PA Kota Bandar Lampung
- Perwakilan berbagai LSM dan media, termasuk PKBI Lampung, Ketua DPP KoPI, LSM Kalyana Mitra, LSM Solidaritas Perempuan Sebay, serta media seperti Kupas Tuntas, Tribun Lampung, Lampung7.com. Media Promoter, Indo Parameter, dan lainnya.
Acara resmi dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak, dilanjutkan dengan doa bersama, penandatanganan MoU antara Komnas PA Kota Bandar Lampung dan Dinas PPPA, serta berbuka puasa bersama. Setelah sholat Maghrib, kegiatan ditutup dengan hiburan dari D’Cippo Band hingga menjelang waktu Isya.
Ketua Komnas PA Kota Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat memperkuat peran Komnas PA dalam perlindungan anak di Bandar Lampung. “Kami berharap lembaga ini semakin solid dan dapat lebih aktif dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak, terutama dengan hadirnya advokat dan paralegal yang baru direkrut,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan berbagai stakeholder. “Kemitraan dengan Dinas PPPA serta dukungan dari Polresta Bandar Lampung, Bapas, lembaga terkait, dan media diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan anak. Kami ingin Bandar Lampung menjadi kota yang aman, bebas dari kekerasan terhadap anak, serta semakin maju dalam mewujudkan kota layak anak,” tutupnya.