Kisah Inspiratif Dani Jaya Putra Meraih Beasiswa LPDP di Monash University

Bandar Lampung – Dani Jaya Putra, S.Pd., alumnus Pendidikan Biologi Universitas Lampung (Unila) angkatan 2014, telah…

Komisi IV DPRD Lamsel, Menilai Penanganan RS Airan Raya Cukup Memuaskan

LAMPUNG SELATAN – Komisi IV DPRD Lampung Selatan memberikan penilaian positif terhadap pelayanan Rumah Sakit Airan…

Prahara WN China Selipkan Duit 500 Ribu ke Imigrasi

Jakarta – Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang warga negara China yang menyelipkan uang Rp 500…

Siswi di Solo Lompat ke Sungai Bengawan Solo, Diduga karena Masalah Asmara

SOLO – Seorang siswi warga Kampung Nayu, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah mencoba melakukan…

Kasrem 043/Gatam Buka Secara Resmi RAT Ke-49 Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tutup Buku Tahun 2024

LAMPUNG – Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam Kolonel Inf Enjang, S.I.P., M.Han., Selasa (21/1/2025) membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-49 Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tutup Buku Tahun 2024, dengan tema “Dengan Sinergitas Koperasi Angkatan Darat Kita Bangun Usaha Yang Mandiri Dan Handal Guna Mewujudkan Kesejahteraan Anggota Kopad Beserta Keluarganya”.

RAT Ke-49 Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tutup Buku Tahun 2024, dilaksanakan di Aula Sudirman, Makorem 043/Gatam Jl. Teuku Umar Penengahan Bandar Lampung, dihadiri Kasiren Korem 043/Gatam Kolonel Arh Burhan Fajari Arfian, S.Sos, Kadis Koperasi dan UKM KBL, Para Kasi Kasrem 043/Gatam, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043 PD II/Sriwijaya berserta pengurus, Kabalak Korem 043/Gatam, Kaprim Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Jajaran, Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam beserta jajaran.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M, dalam sambutannya yang dibacakan Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Enjang, S.I.P., M.Han., menyampaikan Rapat Anggota Tahunan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengurus pada setiap akhir tahun tutup buku, Rapat Anggota Tahunan juga menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan penting dalam mengembangkan manajemen koperasi secara kelembagaan.

“Mengingat pentingnya agenda yang akan dibahas, selaku Komandan Korem 043/Gatam, saya berharap kepada seluruh peserta rapat dapat berpartisipasi secara proaktif, jujur dan obyektif dalam menilai dan mengevaluasi kinerja manajemen ketua maupun pengurus koperasi selama ini, .sumbang saran dari seluruh peserta rapat dalam forum ini merupakan wujud konkrit dari tanggung jawab dan kepedulian anggota untuk turut serta memajukan Primkop Kartika Gatam, “

Selanjutnya, “Saya berharap, kepada para anggota TNI dan PNS Korem 043/Gatam untuk lebih berperan aktif dalam memajukan koperasi baik pada unit usaha pertokoan atau simpan pinjam, agar koperasi dapat lebih maju sehingga Sisa Hasil Usaha (SHU) kita juga akan bertambah, tentunya dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggota Primkop Kartika Gatam, “tuturnya.

Sebelum membuka rapat Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tutup Buku Tahun 2024, Danrem mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pengurus Koperasi dan dukungan anggota sehingga SHU pada tahun 2024 Koperasi dapat meningkat hampir 100 persen.

“Selain dari pada itu Koperasi juga akan membagikan SHU juga memberikan bantuan sembako kepada anggota Koperasi, akhirnya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim dan mengharap Ridho Allah SWT, tuhan yang maha kuasa, pada hari ini, selasa tanggal 21 januari 2025 Rapat Anggota Tahunan Koperasi Konsumen Primer Kartika Gatam Tutup Buku Tahun 2024, secara resmi saya nyatakan dibuka, “pungkasnya. (Susan)

Yusnadi Tekankan Pentingnya Sistem Peringatan Dini Bencana untuk Mitigasi Banjir di Lampung

Lampung – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Lampung dalam tiga hari terakhir telah merendam 14.160 rumah di 19 titik di 10 kecamatan, termasuk kawasan Bandar Lampung dan sejumlah daerah lainnya. Bencana ini menyoroti perlunya upaya serius dalam meningkatkan infrastruktur perkotaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama banjir, melalui penerapan teknologi dan digitalisasi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi, menegaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab banjir di perkotaan adalah sistem drainase yang buruk. “Drainase yang tidak memadai dan kurangnya pemeliharaan rutin menjadi pemicu utama terjadinya genangan dan banjir setiap kali hujan deras, terutama di kawasan seperti Way Halim,” kata Yusnadi, (20/01/2025).

Yusnadi menambahkan, Komisi IV DPRD Lampung berkomitmen untuk mendorong modernisasi dan rehabilitasi sistem drainase dengan memanfaatkan teknologi berbasis lingkungan, dengan anggaran yang tepat sasaran untuk menangani masalah tersebut.

Selain itu, Yusnadi juga menyoroti urgensi penerapan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis digital, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap banjir. “Kami mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengintegrasikan teknologi yang mengandalkan data curah hujan, volume air sungai, dan pasang surut laut dalam sistem peringatan dini. Hal ini akan memungkinkan masyarakat untuk lebih cepat mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir, sehingga bisa mengurangi dampak kerugian,” ujarnya.

Yusnadi juga menyinggung soal perubahan fungsi lahan di daerah hulu, seperti di kawasan Sumur Putri dan Rajabasa, yang semakin memperburuk situasi banjir. “Penting untuk menegakkan kebijakan tata ruang yang lebih ketat, serta mengendalikan alih fungsi lahan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Reboisasi dan pengelolaan ruang hijau di wilayah hulu menjadi prioritas kami untuk mengurangi risiko banjir di hilir,” tambahnya.

Fenomena limpasan air akibat pertemuan arus sungai dengan pasang laut di kawasan pesisir, seperti Kecamatan Panjang, juga menjadi perhatian utama Yusnadi. Untuk itu, ia mengusulkan pembangunan kolam retensi dan pintu air otomatis sebagai solusi jangka panjang untuk mengelola limpasan air di kawasan tersebut.

Di akhir pernyataannya, Yusnadi mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait dalam mitigasi bencana banjir. “Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan merupakan kunci solusi jangka panjang. Kami juga akan terus mendorong program padat karya untuk perawatan drainase agar dapat memperbaiki kondisi infrastruktur kita,” pungkas Yusnadi.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Tulang Bawang Barat Bekerjasama Pemda Tubaba Tanam Jagung di Lahan 276 Hektare

TUBABA – Sebagai bagian dari mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto,…

Pemkot Bandar Lampung Berikan Bantuan ke Warganya yang Terdampak Banjir

BANDAR LAMPUNG – Banjir yang sempat menggenangi sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung mulai surut. Akibat…

Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional sebagai Fondasi Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus melaju untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2025. Sebagai bagian dari langkah besar ini, pada 100 hari masa pemerintahannya, Presiden Prabowo meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan yang terdiri dari pembangkit listrik, transmisi, dan gardu induk di 18 provinsi. Acara peresmian berlangsung pada Senin (20/01) di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, yang juga mencatatkan rekor sebagai peresmian proyek ketenagalistrikan terbesar di dunia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penguatan sektor ketenagalistrikan adalah kunci untuk mewujudkan swasembada energi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan total kapasitas pembangkit mencapai 3.222,75 MW, proyek ini bertujuan untuk menciptakan pasokan listrik yang cukup untuk mendukung kebutuhan industri, memperluas kawasan pembangunan baru, dan menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, dengan kesejahteraan yang merata. Untuk itu, kita membutuhkan sebuah negara industri yang kuat, yang didorong oleh pasokan energi yang cukup dan andal,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyatakan bahwa energi terbarukan (EBT) akan menjadi pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan energi domestik. Dia yakin, dengan ketersediaan pasokan listrik yang bersih dan terjangkau, industri Indonesia akan berkembang pesat, dan investasi akan terus mengalir.

“Transformasi ke industrialisasi dan hilirisasi adalah hal yang tidak bisa ditunda lagi. Kami akan mulai puluhan proyek besar tahun ini dengan potensi dan kekuatan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya penggunaan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan nasional. Energi, menurutnya, menjadi elemen yang sangat vital dalam mencapai tujuan ini. Dengan demikian, percepatan industrialisasi dan hilirisasi akan mempercepat Indonesia menuju swasembada energi dalam waktu yang tidak lama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa proyek ketenagalistrikan yang diresmikan ini adalah langkah nyata untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Dari total 37 proyek, nilai investasinya mencapai Rp72 triliun. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan infrastruktur listrik yang memadai.

“Dengan pembangunan infrastruktur listrik ini, kita akan mendukung pertumbuhan ekonomi, mempermudah distribusi energi, dan membuka peluang baru dalam industrialisasi,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, penting untuk membangun jaringan transmisi yang lebih luas agar listrik dari pembangkit EBT dapat didistribusikan dengan lebih efisien. Hal ini juga akan meningkatkan konsumsi listrik per kapita di Indonesia, yang diharapkan dapat mencapai 6.000 hingga 6.400 kWh per kapita per tahun.

Sejumlah proyek ketenagalistrikan, seperti PLTA Jatigede (110 MW), PLTA Asahan 3 (174 MW), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN (50 MWac), diharapkan menjadi sumber utama kelistrikan di wilayah masing-masing. Proyek-proyek ini juga akan mendukung pembukaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, 11 proyek transmisi dan gardu induk yang telah beroperasi, seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Kolaka – PT Antam Pomala, akan memperkuat keandalan pasokan listrik dan mendukung industrialisasi di sektor-sektor strategis seperti pengolahan nikel.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa PLN siap mendukung komitmen pemerintah dalam mewujudkan target ketenagalistrikan yang ambisius ini.

“Kami terus membangun kapasitas SDM yang lebih mumpuni, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai negara dan perusahaan, baik nasional maupun multinasional, untuk memastikan sektor kelistrikan nasional semakin kuat,” ungkap Darmawan.

Ke-37 proyek ketenagalistrikan yang baru diresmikan ini mencakup 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 MW dan 11 jaringan transmisi serta gardu induk sepanjang 739,71 km dengan kapasitas 1.740 MVA, yang akan mempercepat tercapainya target pertumbuhan ekonomi dan swasembada energi di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lamsel, Jenggis: Kita Akan Mendampingi Inspektorat Saat Melakukan Pembinaan di Desa

LAMPUNG SELATAN — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan mengadakan kunjungan kerja (kunker)…