Bukan karena Daya Beli Turun, Bank Indonesia Ungkap Penyebab RI Deflasi

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa deflasi tahunan yang tercatat pada Februari 2025 tidak berhubungan…

Gubernur Mirza Hadiri Sertijab Kepala BPK Perwakilan Lampung dari Masmudi kepada Nugroho Heru Wibowo

LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung dari Masmudi kepada Nugroho Heru Wibowo di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Lampung, Bandarlampung, Kamis (06/03/2025).

Sertijab disaksikan langsung oleh anggota V BPK RI H. Bobby Adhityo Rizaldi dan Dirjen Pemeriksa Keuangan Negara V Widhi Widayat, serta Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza mengapresiasi Masmudi atas dedikasinya mengemban tugas sebagai Kepala BPK Perwakilan Lampung yang telah berjalan dengan baik. Mirza juga mengucapkan selamat bertugas kepada Nugroho Heru Wibowo, yang kini menjalankan amanah sebagai Kepala BPK Perwakilan Lampung.

“Saya berharap sinergitas antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPK Perwakilan Lampung yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan untuk kemajuan daerah,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza menyampaikan pentingnya peran semua pihak dalam mewujudkan pembangunan Provinsi Lampung dalam lima tahun ke depan.

“Visi pembangunan Provinsi Lampung 2025-2030, Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, adalah visi yang membutuhkan kerjasama kita semua,” ungkapnya.

Mirza juga menekankan bahwa pembangunan Lampung harus sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional, seperti penguatan ideologi Pancasila, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi.

Dalam implementasinya, Gubernur menyampaikan tiga misi utama dalam visi pembangunan Provinsi Lampung 2025-2030, yaitu: mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif; memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif; serta meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Selain fokus pada pembangunan sosial dan ekonomi, Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap agar Pemerintah Provinsi Lampung terus mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang telah diraih sebanyak 10 kali berturut-turut dalam 10 tahun terakhir.

“Pada 2025 ini, kami berharap dapat kembali meraih WTP yang ke-11 secara berturut-turut untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Mirza mengajak BPK Perwakilan Lampung untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap agar BPK terus memberikan rekomendasi-rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dalam pengelolaan keuangan, demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya serah terima jabatan ini, diharapkan adanya sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPK Perwakilan Lampung dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Purnama Wulan Sari Mirza Berkomitmen Kembangkan UMKM Lampung Bersaing di Kancah Nasional dan Internasional

Lampung – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung periode 2025-2030 segera terbentuk. Hal tersebut terungkap dalam rapat pengurus Dekranasda Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza di ruang rapat Dekranasda Provinsi Lampung, Kamis (6/3/2025).

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) merupakan organisasi nirlaba yang menghimpun pecinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Purnama Wulan Sari mengatakan bahwa Dekranasda Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengembangkan produk kerajinan, meningkatkan kehidupan pelaku usaha kerajinan, memfasilitasi pertukaran dan penyebaran informasi tentang pengembangan kerajinan Nasional, dan merangsang pertumbuhan UMKM di Provinsi Lampung.

“Organisasi ini adalah organisasi yang tidak mencari keuntungan, dan bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi UMKM provinsi Lampung, saya harapkan Dekranasda dapat mendukung pembangunan di Provinsi Lampung yang sesuai Visi dan misi Bapak Gubernur Lampung, Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ucapnya.

Melalui terbentuknya kepengurusan Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari mendorong agar produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di Provinsi Lampung dapat bersaing dalam pemasarannya.

“Kedepan saya berharap, nantinya produk yang dihasilkan dapat bersaing baik di kancah nasional maupun Internasional,” lanjutnya.

Selain itu, Dekranasda juga berupaya mengembangkan dan meningkatkan SDM pengrajin, sehingga potensi usaha kerajinan dapat menjadi peluang merebut pasar Nasional dan Internasional.

Pembinaan juga dilakukan untuk pengembangan usaha pengrajin di Provinsi Lampung dan membangun kerjasama dengan Dinas dan Instansi terkait.

Purnama Wulan Sari berharap dengan terbentuknya kepengurusan Dekranasda Provinsi Lampung akan menjadi motor penggerak bagi UMKM di Provinsi Lampung untuk lebih meningkatkan kualitas produk.

“Saya berharap, provinsi Lampung ini menjadi percontohan bagi Dekranasda lainnya,” harapnya.

Purnama Wulan Sari mendorong UMKM untuk terus mengikuti perkembangan teknologi sebagai sarana dengan lebih meningkatkan pengetahuan dibidang teknologi digital.

“Saya meyakini kita akan dapat mengemban tugas, apabila kita bersinergi dan bekerja secara bersama – sama,” pungkasnya.

Anggota DPRD Lamsel, Agus Sartono Dampingi Bupati Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Sidomulyo

LAMPUNG SELATAN — Dalam upaya memastikan kestabilan harga bahan pokok di bulan Ramadhan dan menjelang idul…

Purnama Wulan Sari Mirza Berkomitmen Kembangkan UMKM Lampung

LAMPUNG – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung periode 2025-2030 segera terbentuk. Hal tersebut…

Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Danrem 043/Gatam Tandatangani MoU Optimasi Lahan Rawa Ta. 2025

Lampung – Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung bersama Korem 043/Gatam telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Pada Kamis (06/03/2025).

Acara penandatanganan berlangsung di kantor Balai Penerapan Standarisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Provinsi Lampung yang berlokasi di Jl. ZA Pagar Alam Rajabasa Bandar Lampung. Perjanjian ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaan infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi lahan rawa sebagai sumber daya pertanian yang berkelanjutan.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) ini merupakan momentum penting untuk bekerja keras dalam mencapai swasembada pangan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

“Saya berharap kita semua dapat menyiapkan strategi yang matang agar target yang telah ditetapkan dapat terpenuhi. Untuk itu, kerjasama dan kontribusi dari semua pihak sangat diperlukan agar tujuan mulia ini dapat tercapai,” ungkapnya.

Brigjen Rikas juga menambahkan bahwa dengan bersinerginya Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura dengan Korem 043/Gatam, optimasi lahan rawa di Provinsi Lampung diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kadis KPTPH Prov. Lampung Ir. Bani Ispriyanto, M.M., Kasiter Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Jaka Sutanta, S.Sos., Kepala BPSIP Provinsi Lampung Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si., dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Lampung Dr. P. Adi Destriadi Sutisna, S.P., M.P.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Provinsi Lampung dapat lebih mandiri dalam hal ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan rawa yang optimal. (Susan)

TPID Lampung Perkuat Sinergi Menjaga Stabilisasi Harga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2025

LAMPUNG – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung berkomitmen untuk memastikan inflasi tetap terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Kita semua harus bekerja sama untuk mengendalikan inflasi agar kebutuhan masyarakat tetap tercukupi tanpa adanya gangguan,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dalam High Level Meeting (HLM) yang dihadiri oleh Bupati/Walikota, FORKOPIMDA, OPD, serta asosiasi pelaku usaha, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada Rabu (6/3).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa ada tiga aspek penting dalam pengendalian inflasi yang menjadi fokus utama TPID Lampung, yaitu ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi. “Saya berharap TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat terus bersinergi dalam pengendalian inflasi,” ujar Gubernur. Beberapa langkah yang sudah dilaksanakan termasuk pemantauan harga, pengawasan stok, operasi pasar, serta pengawasan keamanan produk pangan sejak awal Ramadan, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali.

Bank Indonesia Provinsi Lampung juga melaporkan adanya perlambatan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Lampung pada Februari 2025, yang sejalan dengan perkembangan di tingkat nasional. Deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok Administered Price (AP) dan Volatile Food (VF), terutama disebabkan oleh penurunan tarif listrik, harga beras, dan berbagai jenis cabai. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, menyatakan, “Komponen inflasi inti masih menunjukkan pertumbuhan yang stabil, yang menunjukkan daya beli masyarakat tetap baik pada awal tahun 2025.”

Secara historis, komoditas dalam kelompok makanan dan minuman (mamin) serta transportasi sering menjadi penyumbang utama inflasi selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), beberapa komoditas yang perlu diawasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2025 adalah bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, dan telur ayam ras. “Untuk mengatasi potensi risiko inflasi, TPID perlu mengedepankan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” ujar Junanto.

Sebagai langkah konkret jangka pendek, Bank Indonesia merekomendasikan pelaksanaan operasi pasar, pemantauan harga, implementasi Toko Inflasi, serta publikasi mengenai kesiapan pasokan bahan pangan strategis.

Dengan semangat kolaborasi, TPID bersama seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga stabilitas harga yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Bupati Egi Instruksikan KUPT Pasar Sidomulyo Tangani Masalah Sampah Secara Cepat

LAMPUNG SELATAN – Pedagang dan konsumen di Pasar Tradisional Kecamatan Sidomulyo mengeluhkan penumpukan sampah yang tidak segera diangkut. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan bau tidak sedap, tetapi juga menarik lalat dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Salah satu pedagang, Rojak, menyatakan bahwa sampah sering dibiarkan menumpuk selama berhari-hari. “Kami sudah sering mengeluhkan masalah ini, tetapi belum ada solusi yang jelas. Sampah yang menumpuk membuat pelanggan enggan datang,” ujarnya.

Konsumen juga merasa terganggu saat berbelanja. Inem, salah satu pelanggan setia pasar, mengaku merasa tidak nyaman dengan bau busuk yang berasal dari sampah yang berserakan. “Setiap datang ke pasar, saya harus menutup hidung. Selain bau, saya khawatir dengan kebersihan bahan makanan yang dijual,” katanya.

Pihak pengelola pasar mengungkapkan bahwa mereka sudah berkoordinasi dengan dinas kebersihan setempat untuk menangani masalah sampah ini. “Kami sudah meminta petugas untuk lebih rutin mengangkut sampah. Namun, volume sampah yang besar menjadi tantangan tersendiri,” ujar pengelola pasar.

Pedagang berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret, seperti menyediakan tempat pembuangan sampah yang lebih layak dan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan merugikan pedagang dan menurunkan minat konsumen untuk berbelanja di pasar tradisional.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, langsung menginstruksikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pasar untuk segera menangani permasalahan sampah yang dikeluhkan oleh pedagang dan konsumen.

“Saya sudah instruksikan KUPT Pasar untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangani masalah sampah ini. Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” ujar Bupati Egi saat melakukan inspeksi harga bahan pokok di Pasar Sidomulyo, Kamis (6/3/2025).

Bupati Egi menegaskan bahwa pasar harus menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi pedagang dan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta KUPT Pasar untuk segera meningkatkan pengelolaan sampah dengan beberapa langkah konkret, antara lain:

  1. Meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah agar tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas pasar.

  2. Menyediakan tempat pembuangan sampah yang lebih layak serta memastikan sampah tidak berserakan di area pasar.

  3. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di pasar.

  4. Melibatkan pedagang dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan sosialisasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

“Kami ingin Pasar Sidomulyo tetap menjadi pusat ekonomi yang nyaman dan sehat. Saya minta KUPT Pasar segera bertindak dan melaporkan perkembangan penanganan sampah secara berkala,” tegas Bupati Egi.

Dengan instruksi tersebut, diharapkan kebersihan Pasar Sidomulyo dapat segera membaik, sehingga pedagang dan konsumen dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

Bupati Egi Sidak Pasar Tradisional, Pastikan Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Pedagang

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan kunjungan ke Pasar Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, untuk meninjau langsung harga kebutuhan pokok dan kondisi para pedagang, Kamis (6/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga serta mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kondisi ekonomi daerah.

Bupati Egi terlihat berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli mengenai harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan sayuran. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga ketersediaan stok pangan dan mencegah lonjakan harga yang bisa memberatkan masyarakat.

“Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah akan terus mencari solusi agar pedagang kecil bisa berjualan dengan nyaman dan memperoleh keuntungan yang layak,” ujar Bupati Egi.

Salah satu pedagang, Mariyam, mengungkapkan bahwa harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan subsidi atau kebijakan yang dapat meringankan beban pedagang dan pembeli.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Egi berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik dalam mengendalikan harga di pasar tradisional. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, distributor, dan petani untuk menjaga keseimbangan pasar.

Kunjungan ini disambut positif oleh masyarakat dan diharapkan dapat membawa perubahan nyata dalam kebijakan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor perdagangan dan kesejahteraan pedagang kecil.

Danrem 043/Gatam Berikan Apresiasi Pelestarian Adat, Tradisi Budaya Lampung

Lampung – Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., pada Rabu (05/03/2025) menghadiri acara Ngantak Gubernur buka Belangan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. dan Ibu dr. Jihan Nurlela, M.M., bertempat di Mahan Agung, Jl. Dr. Susilo Teluk Betung Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung yang akrab disapa Iyai Mirza menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Lampung. Ia menyatakan bahwa acara ini merupakan simbol kebersamaan, keterbukaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Iyai Mirza juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan 1446 H. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan dan meningkatkan semangat kerja bersama demi mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

“Pintu ini kita buka, bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai simbol keterbukaan dalam berpikir, bertindak, dan berinovasi. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung dan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam berbagai sektor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iyai Mirza menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah dan bangsa. “Kehadiran bapak dan ibu di Mahan Agung ini adalah simbol dari eratnya persaudaraan dan komitmen kita dalam membangun daerah,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., memberikan apresiasi terhadap kegiatan Ngantak Gubernur buka Belangan yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya melestarikan adat dan tradisi budaya Lampung.

“Selain itu, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh serta mempromosikan tradisi dan budaya Provinsi Lampung yang sarat makna, mencerminkan bahwa masyarakat Lampung menjunjung keterbukaan dan musyawarah,” tuturnya.

Danrem juga menekankan bahwa acara ini bisa menjadi wadah efektif dalam membangun komunikasi yang lebih baik antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dengan suasana santai dan penuh kebersamaan. “Harapan kami adalah agar langkah ini semakin memperkokoh persatuan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Lampung,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kapolda Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kabinda Lampung, Kajati Lampung, Danbrigif 4 Mar/BS, Ketua KPU Provinsi Lampung, Walikota Bandar Lampung, Danlanud PM Bunyamin, Wadan Lanal Lampung, Wadan Denpom II/3 Lampung, serta unsur Forkopimda Provinsi Lampung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, acara ini diharapkan dapat memperkuat jalinan hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta mendorong kemajuan Provinsi Lampung ke depan. (Susan)