BMKG Pasang Alat Deteksi Bencana Alam di Lampung untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Tsunami

BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam, khususnya tsunami, di Provinsi Lampung,…

Menteri Keuangan Sri Mulyani Terbitkan PMK tentang PPN 12 Persen, Berlaku Mulai 1 Januari 2025

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait penerapan Pajak Pertambahan…

Pj. Gubernur Lampung Gelar Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2025, Refleksi dan Harapan Warnai Malam Pergantian Tahun

BANDAR LAMPUNG – Penjabat (Pj.) Gubernur Lampung, Samsudin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran…

UPT Perpustakaan Beri Penghargaan Pembaca Terbaik dan Teraktif Digital Library

Bandar Lampung – UPT Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa yang aktif menggunakan…

Kerja Sama antara FISIP Unila dan Universiti Sains Malaysia Hasilkan Student Mobility Program Maritime Nusantara and Sustainability Policy Initiative

Bandar Lampung – Sebanyak 12 mahasiswa dari enam jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

Joko Widodo Masuk Nominasi Tokoh Paling Korup Dunia versi OCCRP, Ini Responsnya

Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), masuk dalam daftar nominasi tokoh paling korup di dunia menurut…

Cafe di Bandar Lampung ‘Ambruk’ karena Over Kapasitas pada Malam Tahun Baru 2025

Bandar Lampung – Sebuah peristiwa tragis terjadi pada malam pergantian tahun baru, di mana Kafe dan Resto Kedai Boim Boen yang terletak di Jalan Pemancar Telkom, Kelurahan Way Gubak, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, ambruk pada Selasa (31/12/24) sekitar pukul 23.43 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa ambruknya kafe dan resto tersebut diduga disebabkan oleh over kapasitas, di mana bangunan tidak mampu menahan jumlah pengunjung yang datang untuk merayakan malam tahun baru.

Akibat kejadian tersebut, lima orang mengalami luka lecet dan langsung mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Para korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pengobatan.

Kapolsek Sukarame, Kompol Rohmawan, membenarkan kejadian ambruknya bangunan kedai kopi milik Bapak Bohroni.

“Benar, peristiwa ambruknya Kedai Boim Boen terjadi karena bangunannya tidak kuat menampung pengunjung yang datang pada malam tersebut,” ujar Rohmawan saat dikonfirmasi pada Rabu (1/1/25).

Rohmawan juga mengonfirmasi bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, lima orang korban mengalami luka lecet dan sudah mendapat perawatan medis.

“Para korban sudah diizinkan pulang setelah perawatan. Pihak pengelola kafe bertanggung jawab atas biaya pengobatan dan kerugian barang milik korban,” tambahnya.

Kafe tersebut juga menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh biaya yang timbul akibat kejadian tersebut. [*]