Pesawat Smart Air Gagal Mendarat di Bandara, Pilot Arahkan Pendaratan Darurat ke Pantai Nabire

NABIRE, PAPUA –Sudutfakta.com  Pesawat Smart Air yang membawa 11 penumpang dan dua awak mengalami insiden serius saat akan melakukan penerbangan dari Bandara Nabire, Papua, Selasa. Pesawat gagal melanjutkan prosedur penerbangan normal setelah pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin yang berdampak pada daya dorong (thrust), sehingga diputuskan untuk melakukan pendaratan darurat di kawasan Pantai Karadiri atau Logpond, di ujung area bandara.

Pesawat yang dikemudikan oleh Capt. Tania K bersama Co-pilot FO Bagus tersebut sempat mencoba kembali ke Bandara Nabire usai gangguan mesin terdeteksi tak lama setelah lepas landas. Namun, demi menghindari risiko yang lebih besar, pilot memilih mengarahkan pesawat ke area pantai yang dinilai lebih aman untuk melakukan pendaratan darurat.

Seluruh Penumpang Selamat

Kepala Kantor Basarnas Nabire, Tri Joko, memastikan bahwa seluruh penumpang dan kru pesawat berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Sebanyak 13 orang, terdiri dari 11 penumpang dan dua kru, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Saat ini proses pendataan dan pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan,” kata Tri Joko.

Tim SAR gabungan bersama pihak bandara dan aparat kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pengamanan area, serta pemeriksaan awal terhadap pesawat.

Polisi dan Otoritas Penerbangan Turun Tangan

Polisi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan keterangan awal. Sementara itu, pihak otoritas penerbangan dan maskapai Smart Air akan melakukan investigasi teknis guna mengetahui penyebab pasti gangguan mesin yang mengakibatkan pesawat harus mendarat darurat di luar landasan bandara.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan di lokasi, pemeriksaan pesawat, serta pendalaman kronologi kejadian masih berlangsung.