Satu Tahun Kepemimpinan Ardito–Komang, PGK Lampung Tengah Soroti Minimnya Program Nyata

Sudutfakta.com Lampung Tengah — Satu tahun pemerintahan Ardito–Komang memimpin Kabupaten Lampung Tengah dengan jargon Beguwai Jejamo Wawai menuai kritik dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung Tengah. Ketua PGK Lampung Tengah, M. Hefki Aburizal, menilai belum terlihat pembangunan signifikan maupun program yang terukur bagi masyarakat.

Menurut Hefki, selama setahun terakhir pemerintah daerah lebih banyak diwarnai kegiatan seremonial dan agenda dinas yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan warga.

“Kita melihat belum ada pembangunan yang benar-benar terukur dan berdampak langsung. Yang terlihat justru kegiatan seremonial,” ujar Hefki, Jumat (20 Februari 2026).

Ia menambahkan, sejumlah program dinilai tidak selaras dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hefki mencontohkan belum terealisasinya beberapa proyek di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, seperti pembangunan di kantor pemda, rumah dinas Sekda, serta fasilitas kandang hewan di Nuwo Balak.

Menurut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut, arah pembangunan pemerintah daerah terkesan tidak jelas dan kurang menyentuh kepentingan publik.

“Pemerintah tidak hanya harus melihat sisi ekonomis, tetapi juga pemanfaatannya. Jangan sampai proyek yang dijalankan hanya untuk kepentingan pejabat, bukan dinikmati masyarakat luas,” tegasnya.

Hefki juga menyinggung penetapan Bupati nonaktif Ardito Wijaya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai, sejak Wakil Bupati Komang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sekitar dua bulan terakhir, belum terlihat perubahan signifikan.

“Sudah hampir dua bulan Plt berjalan, tetapi belum ada eksekusi program yang benar-benar terasa bagi masyarakat. Masih sebatas kunjungan dan seremonial,” pungkasnya.