Sudutfakta.com KALIANDA – Gebrakan 100 hari kerja jajaran Direksi BUMD Lampung Selatan Maju (Perseroda) di bawah komando Baiquni Sanjaya, S.T., M.T. mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Transformasi yang diusung tidak sekadar menampilkan deretan program, tetapi langkah nyata menuju perusahaan daerah yang produktif, profesional, dan berdaya saing.
Sejak dilantik pada 9 Desember 2025, BUMD Lampung Selatan Maju menunjukkan progres signifikan, mulai dari penataan internal berbasis Good Corporate Governance (GCG) hingga pengembangan unit usaha strategis seperti distribusi beras merek “Pulon” dan pengembangan platform e-commerce “Si-Muli”.
Dukungan Aktivis Pemuda
Ketua Pengurus Daerah Pergerakan Generasi Kasih (PGK) Lampung Selatan, Rian Kurniawan, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan manajemen BUMD tersebut. Menurutnya, kepemimpinan Baiquni Sanjaya memperlihatkan arah yang jelas dalam membangun perusahaan daerah yang mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami melihat ada gairah baru di tubuh BUMD Lampung Selatan Maju. Dalam 100 hari, mereka tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi langsung menyentuh sektor riil seperti pertanian dan layanan publik. Ini bukti bahwa BUMD mulai bertransformasi menjadi lokomotif ekonomi daerah di gerbang Sumatera,” ujar Rian Kurniawan kepada media, Selasa (10/3/2026).
Ia juga menilai keterbukaan BUMD dalam menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM lokal merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Lampung Selatan.
Fokus Profesionalisme dan Ekspansi Usaha
Direktur Utama BUMD Lampung Selatan Maju, Baiquni Sanjaya, menegaskan bahwa 100 hari pertama merupakan fase peletakan fondasi bagi pengembangan perusahaan ke depan.
Beberapa capaian strategis yang mulai dijalankan antara lain:
Optimalisasi layanan di MPP, termasuk pengelolaan parkir dan jasa outsourcing yang lebih tertata dan profesional.
Penguatan sektor agribisnis, melalui penjajakan distribusi benih padi dan bibit jagung untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Rencana strategis kawasan Bakauheni, termasuk persiapan layanan transportasi penumpang guna menangkap potensi logistik dan mobilitas nasional.
“Target kami jelas, BUMD harus hadir sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Baiquni.
Menuju BUMD yang Mandiri
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan seperti PGK Lampung Selatan, diharapkan menjadi energi tambahan bagi jajaran direksi dan komisaris untuk terus melakukan inovasi dan ekspansi usaha.
Dengan semangat kolaborasi, BUMD Lampung Selatan Maju optimistis dapat berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.