Sudutfakta.com Lampung Selatan — Satu tahun setelah dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar mulai menunjukkan sejumlah capaian pembangunan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung Selatan menilai terdapat progres positif, meski pemerintah daerah diingatkan untuk menjaga konsistensi implementasi program di lapangan.
Ketua DPD PGK Lampung Selatan, Rian Kurniawan, memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah selama tahun pertama masa jabatan.
“Kami melihat banyak progres positif yang sudah dicapai oleh kepemimpinan Bupati Egi dan Syaiful dibanding pemerintahan sebelumnya. Misalnya di bidang pelayanan publik, Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat baik dari Ombudsman. Ini menunjukkan adanya keseriusan bupati dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan prinsip good governance,” ujar Rian.
Selain itu, berdasarkan penilaian Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia, Pemkab Lampung Selatan juga meraih skor 93,15 dengan predikat “Sangat Baik”.
PGK juga menyoroti langkah pemerintah daerah yang memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah kecamatan dan desa pada tahun pertama kepemimpinan.
“Semangat pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah patut diapresiasi. Ini penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sehingga dapat mendorong percepatan roda perekonomian di Bumi Ragom Mufakat,” lanjutnya.
Terbaru, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga berhasil meraih penghargaan nasional dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 serta menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Meski demikian, PGK Lampung Selatan mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lengah dan mulai memberi perhatian lebih serius pada peningkatan kualitas pendidikan serta perluasan lapangan pekerjaan. Hal ini dinilai penting menghadapi bonus demografi yang akan meningkatkan jumlah penduduk usia produktif.
“Ke depan yang harus menjadi prioritas adalah sektor pendidikan dan penciptaan lapangan kerja. Kami akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar dua sektor ini benar-benar menjadi fokus utama,” tegas Rian.
Ia menambahkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Lampung Selatan saat ini masih berada di angka 4,67 persen. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Setiap tahun ada ribuan lulusan baru dari SMA hingga perguruan tinggi di Lampung Selatan. Kondisi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan fasilitas peningkatan keterampilan maupun ketersediaan lapangan kerja. Ini harus menjadi prioritas agar pembangunan daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
PGK menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan daerah, sekaligus mendorong agar program prioritas dalam visi “Pitu Vista Egi–Syaiful” dapat terealisasi secara optimal pada tahun-tahun berikutnya.