LAHAT, SUMATERA SELATAN – ]sudutfakta.com Kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lahat pada Selasa, 9 Februari 2026, menjadi momentum penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut dirangkaikan dengan peninjauan fasilitas pelatihan, dialog bersama instruktur dan peserta, serta pembahasan penguatan program vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menegaskan bahwa BLK harus bertransformasi dari sekadar tempat pelatihan menjadi pusat pengembangan kompetensi, produktivitas, dan kewirausahaan yang terhubung langsung dengan dunia industri.
“Lulusan BLK tidak boleh hanya memegang sertifikat. Mereka harus memiliki akses nyata ke dunia kerja, baik melalui jejaring industri, dunia usaha, maupun peluang wirausaha. BLK harus menjadi jembatan yang menghubungkan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja,” tegas Yassierli.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini bukan hanya soal jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitas dan relevansi keterampilan. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh BLK di daerah untuk terus memperbarui kurikulum, memperkuat kerja sama dengan industri, serta menyesuaikan jenis pelatihan dengan potensi ekonomi lokal.
Bursah: BLK Lahat Harus Jadi Pusat Lahirnya Talenta Muda
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyampaikan harapannya agar BLK Lahat tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga menjadi pusat lahirnya anak-anak muda kreatif, inovatif, dan mandiri.
Bursah mencontohkan fenomena saat ini, di mana banyak generasi muda mampu meraih kesuksesan melalui ekonomi digital.
“Sekarang ini banyak anak-anak muda yang sudah berpenghasilan miliaran rupiah per bulan hanya dari media sosial. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi adalah kekuatan besar. BLK Lahat harus mampu menangkap peluang itu dan membekali anak muda dengan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Lahat berkomitmen mendorong BLK sebagai pusat pelatihan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan industri kreatif, agar lulusan tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Dorong Sinergi dan Tekan Pengangguran
Kunjungan Menaker ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja.
BLK Lahat diharapkan dapat menjadi model pelatihan vokasi daerah yang adaptif, responsif terhadap perubahan zaman, serta berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.