Sudutfakta.com Kota Metro, Lampung – Langit Kota Metro menggelap sejak siang, Sabtu (14 Februari 2026). Hujan turun deras disertai hembusan angin kencang yang datang bergulung, memaksa warga berlarian menyelamatkan barang-barang mereka. Dalam hitungan jam, genangan air meluas dan puluhan pohon tumbang di berbagai sudut kota.
Bencana cuaca ekstrem ini melanda empat kecamatan, yakni Metro Barat, Metro Pusat, Metro Selatan, dan Metro Utara. Ratusan rumah terdampak banjir, sementara sejumlah lapak pedagang porak-poranda tertimpa batang dan dahan pohon.
Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan menyebut, pihaknya langsung mengerahkan personel begitu laporan pertama masuk.
“Kami bergerak cepat untuk mengevakuasi warga, mengamankan lokasi berbahaya, serta membuka akses jalan yang tertutup pohon tumbang,” ujar Hangga.
Kota Sempat Lumpuh
Sejumlah ruas jalan utama sempat tidak bisa dilalui akibat pohon roboh menutup badan jalan. Listrik di beberapa titik padam, sementara pedagang di kawasan pasar terpaksa menutup lapak karena atap beterbangan dan genangan air masuk ke area jualan.
Warga di kawasan rendah merasakan dampak paling berat. Air masuk ke rumah dalam waktu singkat, merendam perabotan dan barang elektronik.
“Kami hanya bisa mengangkat barang ke tempat tinggi. Air naik sangat cepat,” tutur Roni (37), warga Metro Barat.
Petugas Sisir Titik Rawan
Tim gabungan dari Polres Metro, BPBD, TNI, dan relawan terus menyisir lokasi terdampak. Pohon-pohon besar yang tumbang dipotong menggunakan gergaji mesin agar lalu lintas kembali normal.
Hingga Sabtu malam, pendataan kerusakan masih berlangsung. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Warga Diminta Tetap Waspada
Aparat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan disertai angin kencang kembali terjadi.
“Jika melihat pohon rawan tumbang atau saluran air tersumbat, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tegas Kapolres.