KDRT Metro Gelar Simulasi Gerilya di Capit Urang

LAMPUNG7COM – Metro | Komunitas Dunia Rekreasi Airsoft (KDRT) Kota Metro menggelar kegiatan simulasi pertempuran dengan skenario gerilya di kawasan wisata Capit Urang, Kecamatan Metro Utara, Sabtu (4/1/2025).

Kegiatan menembak tersebut tidak hanya menjadi ajang latihan dan silaturahmi, tetapi juga bertujuan mendukung promosi pariwisata Kota Metro.

Kegiatan yang dikenal sebagai wargame ini diikuti oleh puluhan anggota komunitas airsoft dari berbagai wilayah se Kota Metro.

Dengan perlengkapan yang menyerupai ala militer yang lengkap, para peserta menjalani simulasi pertempuran yang menantang, mengasah keterampilan, serta meningkatkan ketangkasan dan kerja sama tim.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Tri Hendriyanto, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh KDRT. Ia menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah Kota Metro dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah.

“Simulasi gerilya ini tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata Capit Urang. Kolaborasi seperti ini sangat membantu promosi pariwisata lokal,” ucap Tri Hendriyanto.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran komunitas-komunitas seperti KDRT dapat memberikan warna baru bagi aktivitas wisata di Metro, khususnya dalam menarik minat wisatawan dari luar daerah.

Ketua KDRT Kota Metro, Sapto Yuwono, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi antar anggota komunitas sekaligus persiapan menghadapi kompetisi airsoft di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami ingin memadukan hobi dengan kegiatan positif yang juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui simulasi ini, kami berharap dapat melatih kemampuan anggota dan memupuk solidaritas di antara kami,” ungkap Sapto.

Sapto juga berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin mengenal komunitas airsoft dan memahami bahwa permainan ini mengedepankan sportivitas dan disiplin.

“Lokasi kegiatan, Capit Urang, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Metro Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan latar belakang alam yang asri dan fasilitas yang terus diperbaiki, kawasan ini menjadi tempat ideal untuk kegiatan outdoor, seperti simulasi airsoft, camping, dan rekreasi keluarga,” jelas Sapto.

Eko Hartono, Salah seorang warga setempat menyambut baik kegiatan yang digelar KDRT, karena turut mendongkrak popularitas Capit Urang dan ekonomi pelaku UMKM juga meningkat.

“Semoga semakin banyak komunitas lain yang mengadakan acara serupa di sini, sehingga ekonomi lokal juga ikut terangkat,” harapnya.

Salah satu peserta, Yunianto yang merupakan Ketua Indonesian Airsofter Association (INASSOC) Kota Metro mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.

Ia merasa kegiatan wargame seperti ini memberikan tantangan yang seru sekaligus pengalaman unik di tengah suasana alam.

“Kami tidak hanya bermain, tetapi juga belajar strategi, kerja sama, dan tanggung jawab. Ditambah, tempat ini sangat mendukung untuk kegiatan seperti ini,” kata Yunianto.

Kedepan, KDRT diharapkan dapat terus bekerjasama dengan pemerintah daerah dan komunitas lainnya untuk mengadakan lebih banyak kegiatan serupa.

Dengan demikian, pariwisata Kota Metro dapat berkembang, sekaligus memperkenalkan olahraga airsoft kepada khalayak yang lebih luas.

“Kegiatan simulasi gerilya yang digelar oleh KDRT di Capit Urang ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas dan pemerintah dapat menciptakan dampak positif bagi pengembangan pariwisata daerah. Kota Metro pun diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik dan inovatif,” tandas Yunianto.| (Red).

Unila Gelar Pelepasan 7080 Mahasiswa KKN MBKM Periode I 2025

Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengadakan acara pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti program Kerja Kuliah…

Antisipasi DBD, Dinkes Kota Metro Lakukan Gerakan Bersama PSN dan PJB

LAMPUNG7COM – Metro | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mengimplementasikan dua strategi utama terkait maraknya jangkitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjadi perhatian serius di berbagai daerah.

Yang pertama Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan yang kedua Pemberantasan Jentik Berkala (PJB), dimana kedua langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah vektor penyakit dan meminimalkan risiko penyebaran DBD.

Dikatakan Kepala Dinkes Kota Metro Eko Hendro Saputra, bahwa PSN merupakan langkah preventif yang difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD sehingga pentingnya gerakan bersama dalam menangani masalah ini.

“PSN adalah gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat, Puskesmas, dan berbagai pihak lainnya untuk membersihkan lingkungan dari potensi perindukan nyamuk. Kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mencegah penyebaran DBD,” ujar Eko, Selasa Selasa, (31/12/2024)

Lanjutnya, PSN dilakukan dengan mengedukasi masyarakat agar secara rutin memeriksa dan membersihkan genangan air di sekitar rumah mereka, tempat yang sering menjadi sarang nyamuk. Kegiatan ini meliputi pembersihan bak mandi, selokan, dan tempat-tempat lain yang berpotensi menampung air hujan.

Selain PSN, Dinkes Kota Metro juga menjalankan program Pemberantasan Jentik Berkala (PJB), bertujuan untuk secara rutin membasmi jentik-jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa. Program ini dilakukan secara berkala di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi, dengan melibatkan tenaga medis dan masyarakat.

“Langkah PJB ini sangat penting untuk memastikan bahwa jentik nyamuk yang berkembang di lingkungan kita dapat dibasmi sejak dini. Dengan melakukan PJB secara berkala, kita dapat menurunkan jumlah nyamuk yang berpotensi menularkan virus DBD,” jelas Eko.

Eko juga menjelaskan sebagai bagian dari upaya terstruktur, Dinkes Kota Metro telah menjadwalkan kegiatan Gerakan Bersama PSN dan PJB yang akan dilaksanakan mulai 30 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.

Tim yang terdiri dari petugas Dinkes, Puskesmas, dan Masyarakat akan turun ke lapangan untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk dan pembasmian jentik secara langsung di wilayah-wilayah yang menjadi prioritas.

“Kedua program ini juga dilengkapi dengan penyuluhan dan edukasi yang intensif kepada masyarakat. Dinkes Kota Metro bekerja sama dengan Puskesmas dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memberikan pemahaman tentang cara-cara mencegah DBD, termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap tempat-tempat yang berisiko,” ucap Eko.

Dinkes Kota Metro dan Puskesmas tidak hanya mengandalkan pendekatan pencegahan melalui PSN dan PJB, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua langkah pencegahan berjalan dengan maksimal,” tambah Eko.

Dinkes Kota Metro juga rutin melakukan penyemprotan fogging di area-area yang rentan terhadap penyebaran DBD.

Namun, dirinya menegaskan bahwa fogging hanya merupakan langkah tambahan, dan yang terpenting adalah pencegahan melalui PSN dan PJB yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Dirinya berharap melalui gerakan bersama PSN dan PJB, Dinkes Kota Metro berharap dapat menurunkan angka kejadian DBD di wilayah ini.

“Kami berharap dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kita dapat membentuk kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. DBD adalah penyakit yang dapat dicegah, dan kita memiliki kekuatan untuk melakukannya bersama-sama,”pungkas Eko Hendro Saputro.

Sementara, salah satu perwakilan Kepala Puskesmas di Kota Metro, Ibu Rochayani Kepala Puskesmas Ganjar Agung, mengungkapkan bahwa gerakan bersama ini sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif.

“Gerakan PSN dan PJB yang diinisiasi Dinkes Kota Metro adalah upaya yang sangat penting. Masyarakat harus tahu bahwa mereka memiliki peran besar dalam pencegahan DBD. Tanpa partisipasi aktif dari warga, kita tidak bisa berharap untuk menekan angka kasus DBD secara signifikan,” ujar Rochayani.

Dengan upaya yang terstruktur dan kolaborasi yang solid antara Dinkes, Puskesmas, dan masyarakat, Dinkes Kota Metro berkomitmen untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat, bebas dari ancaman penyakit DBD.| (Red).

Unila Adakan Istigasah Mengawali Tahun 2025

Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengadakan istigasah awal tahun 2025 yang dihadiri oleh Rektor Unila, di…

Buntut Penganiayaan, Kalapas Metro Beri Sanksi Petugas

LAMPUNG7COM – Metro | Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kota Metro memberikan sanksi terhadap petugas yang melakukan penganiayaan terhadap warga binaan lapas setempat.

Data yang dihimpun Lampung7.com Penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 27 Desember 2024 lalu.

Penganiayaan yang menimpa warga binaan yang diketahui berinisial Z tersebut lantaran salah paham dan faktor emosional petugas yang tak terkendali.

Atas kejadian tersebut, Kepala Lapas Kelas II A Kota Metro, Gumilar Budirahayu mengatakan, dirinya telah membuat tim untuk memeriksa kenapa kejadian itu bisa terjadi dan untuk mendalami.

“Kan, ada sanksi untuk ASN, baik sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat,” kata Gumilar, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis, (2/1/2025).

Gumilar menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi lantaran kesalahpahaman antara petugas lapas dan warga binaan, sehingga terjadi aksi tak terduga tersebut yang mengakibatkan warga binaan mengalami luka ringan.

“Nah, kalau di Lapas mungkin sebagai petugas harus punya kesabaran, karena kita ini harus menghadapi warga binaan yang kelakuannya mungkin bisa bikin kita emosi. Itu yang harus kita menjaga kedewasaan emosi kita,” jelas Gumilar.

Sebagaimana Kalapas, pria yang kerap disapa Gumilar tersebut menanggapi dengan serius dan memberikan perawatan khusus bagi warga binaan dan memberikan pengertian terhadap keluarga warga binaan.

“Menanggapi hal tersebut, saya telah mengambil sikap dan saya memerintahkan KPLP untuk melakukan pengobatan kepada warga binaan tersebut selanjutnya menghubungi keluarga untuk meminta maaf atas kejadian tersebut,” kata Gumilar.

“KPLP datang ke sana, Alhamdulillah keluarga juga kita komunikasi dengan baik sehingga bisa memaafkan kejadian tersebut, sehingga kita juga tentunya harus antisipasi terhadap kejadian-kejadian tersebut,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi dan tidak mentoleransi kelakuan kekerasan tersebut.

“Selaku Kepala Lapas , saya menyayangkan kejadian tersebut terjadi di lapas dan saya tidak membenarkan, tidak mentoleransi kegiatan-kegiatan yang harusnya tidak dilakukan oleh seorang petugas pemasyarakatan,” pungkas Gumilar. | (Rio).

Dies Natalis ke-57 FKIP Perkuat Sinergi dan Prestasi

Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar acara tasyakuran dalam rangka…

UPT Perpustakaan Beri Penghargaan Pembaca Terbaik dan Teraktif Digital Library

Bandar Lampung – UPT Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa yang aktif menggunakan…

Kerja Sama antara FISIP Unila dan Universiti Sains Malaysia Hasilkan Student Mobility Program Maritime Nusantara and Sustainability Policy Initiative

Bandar Lampung – Sebanyak 12 mahasiswa dari enam jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…