Geger di Bandar Lampung, Pria Ditemukan Tewas di Kamar Indekos dengan Kepala Terbungkus Plastik

Bandar Lampung –]sudutfakta.com Warga Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tewas di dalam kamar indekos, Sabtu (7/2/2026) siang.

Korban diketahui bernama Hindrajaja (61), warga Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ditemukan, korban dalam kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban, terbaring di atas kasur di dalam kamar indekos di Jalan Untung Suropati.

Korban diketahui baru menempati kamar tersebut sejak Kamis (5/2/2026) dan tinggal seorang diri. Ia bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Kronologi Penemuan

Kecurigaan bermula sejak Jumat (6/2/2026) ketika pemilik indekos tidak melihat korban keluar kamar. Hingga Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB, pintu kamar masih terkunci dari dalam dan korban tidak merespons panggilan.

Merasa janggal, pemilik indekos meminta bantuan warga sekitar. Setelah pintu diketuk berulang kali tanpa jawaban, warga akhirnya mendobrak pintu kamar.

Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan kepolisian.

Penanganan Polisi

Tak lama kemudian, tim gabungan dari Polresta Bandar Lampung dan Polda Lampung tiba di lokasi. Polisi memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama kurang lebih empat jam.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya tas korban, tempat sampah di kamar, serta sisa bungkus makanan. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk dilakukan visum.

Masih Didalami

Ketua RT setempat, Gatot, mengatakan korban merupakan penghuni baru dan tinggal seorang diri.

“Korban baru tinggal di kos tersebut dan tinggal seorang diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyebutkan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh korban dan tidak ada barang berharga yang hilang.

“Kami masih mendalami apakah ini bunuh diri atau tindak pidana pembunuhan. Visum luar akan membantu menentukan penyebab kematian,” kata Gigih.

Hingga Sabtu malam, jenazah masih berada di RSUD Abdul Moeloek dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.